Agus melalui aku media sosialnya mengatakan belum masuk daftar warga miskin namun dia menerima bansos beras 5 kg. Saat ini beras tersebut sudah ia serahkan kepada posko penanganan bantuan di RW tempat tinggalnya.
"Posko yang bikin saya, masa saya dapat, jadi saya kembalikan. Silakan posko bagikan ke yang belum dapat," kata Agus kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Minggu (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berhubung data yang digunakan adalah data lama maka jumlah bantuan tidak mencukupi. Untuk itu RW membagi rata semua jatah bansos ke seluruh warga RW kami," tulis Agus.
Menurut Agus pengalaman ini ironi sebab dia yang tidak tercantum sebagai warga miskin namun mendapat bansos. Kata dia, nama tetangganya yang tergolong 'sangat mampu' juga masuk di daftar penerima bansos, namun saat pembagian malah tidak dapat.
Agus mengatakan kejadian ini menunjukkan negara belum mempunyai kementerian atau lembaga integrator data bansos yang mampu melakukan pengumpulan, pengolahan, dan pembaruan data secara real time.
[Gambas:Video CNN]
(adp/fea)