Tembus 5.000 Positif dan Kurva Naik Turun Corona di Jakarta

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 08:51 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 kepada warga yang mengikuti kegiatan keagamaan beberapa waktu lalu di Gowa, Sulawesi Selatan di Sport Centre Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (10/4/2020). Pemerintah setempat melakukan rapid test kepada 60 warga usai pasien pertama dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari kegiatan tersebut. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/pras. Kasus corona di Jakarta tembus di angka 5.000 kasus atau terbanyak di Indonesia. (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta genap satu bulan pada Minggu (10/5). Kendati demikian, grafik penambahan jumlah kasus positif terinfeksi virus corona (Covid-19) tak kunjung menurun.

PSBB di Jakarta diberlakukan pada 10 April 2020. Saat itu, angka kasus positif 'baru' mencapai 1.810 kasus. Kini, kasus positif corona per Minggu (10/5) sudah mencapai angka 5.140 kasus. Artinya selama satu bulan pelaksanaan PSBB, ada penambahan 3.330 kasus atau rata-rata bertambah sekitar 111 kasus per hari selama 30 hari. 

Covid-19 sudah menyebar ke 260 kelurahan dari 267 kelurahan di DKI. Atau, dengan kata lain, 97,3 persen wilayah di ibu kota sudah terinfeksi virus corona. 


Penambahan kasus harian paling banyak terjadi pada 16 April dengan tambahan 223 kasus dalam sehari. Setelahnya, grafik penambahan kasus fluktuatif, meski cenderung menurun.

Tercatat, menjelang berakhirnya PSBB tahap pertama pada 21 April 2020 pasien positif berjumlah 3.279. Namun, sejak tanggal 21 April 2020 terjadi pelambatan jumlah kenaikan kasus positif.

Pada 22 April jumlah pasien positif berjumlah 3.399 naik 120 pasien dibandingkan 21 April. Dari tanggal 22 April ke 23 April jumlah pasien bertambah 107 orang menjadi 3.506 kasus positif.

Tren pelambatan itu terus terjadi hingga tanggal 26 April 2020. Jumlah kasus positif di tanggal 26 hanya bertambah 65 kasus menjadi 3.746 kasus.

Setelah itu, tren penambahan kasus positif kembali fluktuatif, meski pada 4 Mei, tercatat penambahan kasus paling rendah selama PSBB DKI yakni 55 kasus.

Penambahan kasus kembali signifikan pada Minggu (10/5) kemarin dengan tambahan 182 kasus. Ini merupakan penambahan kasus tertinggi kedua di Jakarta selama PSBB berlaku.

Di sisi lain, selama PSBB Jakarta, jumlah pasien positif corona yang dinyatakan sembuh juga mengalami kenaikan. Hingga kemarin, jumlah pasien sembuh corona di Jakarta mencapai total 803 orang atau bertambah 721 orang sejak PSBB berlaku.

Sebelumnya, pada hari pertama pelaksanaan PSBB di Jakarta 10 April, jumlah pasien sembuh dari virus corona di Jakarta baru 82 orang.

Sementara itu, jumlah kasus meninggal akibat virus corona di Jakarta hingga kemarin mencapai 444 kasus. Artinya, sejak PSBB diberlakukan, ada penambahan 288 kasus pasien meninggal akibat corona di Jakarta.

Secara kumulatif, hingga 9 Mei 2020 Pemprov DKI telah memeriksa 83.394 sampel dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Perlu diketahui, satu pasien dapat dites beberapa kali dengan metode PCR ini selama periode perawatan.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga telah melaksanakan tes cepat atau rapid test di enam wilayah kota/kabupaten administrasi dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

Tercatat hingga kemarin 87.014 orang telah menjalani rapid test. Hasilnya, sebanyak 3.480 orang dinyatakan reaktif Covid-19, dan 83.534 lainnya dinyatakan negatif.

Reaktif Covid adalah orang yang terindikasi positif. Untuk memastikan lagi statusnya, orang tersebut harus menjalani tes PCR.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga menunjukkan grafik yang relatif meningkat sejak pemberlakuan PSBB.

Pada 10 April atau hari pertama PSBB tercatat 2.782 ODP. Dari jumlah itu ada 2.313 orang telah selesai dipantau dan 559 masih dalam pemantauan.

Sementara pada 10 Mei ada  6.672 ODP, dengan 9.672 orang. Dari jumlah itu ada 9.408 selesai dipantau dan 264 masih dipantau. Dengan kata lain selam kurun PSBB, ada peningkatan 6.890 ODP. 

Untuk kategori PDP, pada hari pertama PSBB tercatat  2.353 orang. Sebanyak 1.256 di antaranya telah dinyatakan sehat dan 1.097 orang masih dirawat. Pada 10 Mei, jumlah PDP melonjak jadi 6.412 orang dengan jumlah yang dinyatakan sehat sebanyak 5.309 dan yang masih dirawat 1.103. Artinya ada kenaikan 4.059 PDP sejak PSBB diberlakukan. Namun, jumlah orang yang masih dirawat hanya bertambah 6 orang.

Gubernur DKI Jakarta pada evaluasi PSBB tahap pertama menyebut, kedisiplinan warga Jakarta dibutuhkan untuk menekan angka positif virus corona. Menurut dia, pandemi akan segera berakhir jika masyarakat disiplin.

"Makin disiplin kita, makin cepat selesai. Makin kita tidak disiplin, makin lama ini selesainya," kata Anies pada 1 Mei 2020 silam.

Kendati begitu, Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menilai, Pemprov DKI masih belum tegas dalam mengawasi dan menjalankan aturan-aturan terkait PSBB.

Ini tercermin dari masih banyak perusahaan yang tidak dikecualikan dalam aturan PSBB dan masih beroperasi normal. Menurut dia, kondisi seperti ini membuat pelaksanaan PSBB menjadi tidak efektif.

"Udah mulai banyak orang kerja. Beberapa hari lalu saya dari Jakarta ke Bogor jalan tol penuh. Kenapa penuh? Karena KRL dibatasi, jadi pekerja menggunakan kendaraan pribadi," ujar Tigor pada Kamis (7/5). (dmi/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK