Sedangkan berdasarkan data Laporan Media Harian Covid-19 yang di Rilis Kementerian Kesehatan, 10 Mei 2020, kasus positif corona di Jatim mencapai 1.502 pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data kemarin, orang yang menjalani tes PCR di Jabar jumlahnya belum berubah, yaitu sebanyak 6.161 tes.
Jumlah klaster tersebut bertambah banyak dari yang sebelumnya hanya ada 30 klaster, kini tercatat menjadi 52 klaster. Klaster tersebut tersebar di sejumlah daerah di Jatim.
"Kita mencatat lagi ada sebanyak 52 klaster di Jawa Timur," ujar Kohar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (10/5) malam.
"Kemudian yang Temboro Magetan ada 46 kasus. Temboro ini penyebarannya juga cukup luas ke berbagai kabupaten dan kota serta sampai ke Malaysia. Dan yang lebih baru lagi adalah klaster Sampoerna yaitu 41 kasus," ucap Kohar.
Kohar mengatakan ada klaster lain yang perlu diwaspadai. Salah satunya yakni klaster pasar di Bojonegoro. Klaster ini bermula dari seorang pedagang sayur keliling. Selain itu adapula klaster perusahaan, dan klaster tenaga kesehatan.
Di Surabaya sendiri, berdasarkan data yang ditunjukkan Kohar, Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat ada 14 klaster penularan Covid-19 di Kota Pahlawan.
Rinciannya yakni, Klaster Surabaya I-PGS (5 kasus), Klaster Surabaya II (2 kasus), Klaster Surabaya III (2 kasus), Klaster Surabaya IV-Pakuwon Mall (4 kasus), Klaster Surabaya V-TP (9 kasus), Klaster Surabaya VI-RRI (2 kasus).
Lalu, Klaster Surabaya XI-Tidak Ada Riwayat Perjalanan ke Manapun (37 kasus), Klaster Surabaya XII-PT HM Sampoerna (41 kasus), Klaster Surabaya XIII-Pasar Keputran (2 kasus) dan Klaster Surabaya XIV-Riwayat Perjalanan dari Surabaya (8 kasus). (frd/wis)