Cegah Tumpang Tindih, Kemenko PMK-DKI Koordinasi Bagi Bansos

Tim, CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 10:20 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Jakarta, Selasa, 5 November 2019. Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan pembagian bansos per kecamatan dilakukan agar tidak ada lagi tumpang tindih di tengah wabah corona. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bantuan sosial (bansos) terkait wabah virus corona akan dibagi dengan sistem zonasi per kecamatan.

Dia mengatakan Kementerian Sosial dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria telah mengatur pembagian bansos berupa bantuan presiden serta bantuan Pemprov DKI Jakarta.


Nantinya kata dia, kecamatan tertentu hanya akan mendapat jatah bantuan dari Pemprov DKI. Begitu pula sebaliknya ada kecamatan tertentu juga yang hanya mendapat jatah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.


"Agar tidak terjadi tumpang tindih sudah disepakati antara Pak Wagub DKI dan Pak Mensos nanti dibagi per zona kecamatan," kata Muhadjir melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (11/5).

Upaya ini kata dia, akan dilakukan pada pekan ke-3 Mei 2020. Meski begitu Muhadjir tidak merinci kecamatan mana saja yang mendapat jatah dari Kemensos maupun Pemprov DKI.

Yang jelas menurut dia, hal ini telah disepakati oleh Pemprov DKI dan Kemensos agar tidak ada lagi tumpang tindih penerima bansos dari pusat dan daerah.


Pekerja mengemas paket bansos di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

"Sudah ada kesepakatan antara Kemensos dan Pemda DKI untuk pembagian zona sekaligus kuota masing-masing. Jadi nanti sembako dari DKI itu akan diberikan kepada sekitar 800 ribuan KPM sedangkan banpres dari kemensos itu sejumlah 1.3 juta KPM," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mengatakan telah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di DKI Jakarta guna memastikan penyaluran banpres tahap II berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dia merinci, jenis bantuan presiden tahap II berupa beras sebanyak 25 kilogram. Bantuan beras yang disalurkan ini keseluruhan berasal dari Bulog.

"Jenis bantuan untuk program bansos presiden tahap II ialah berupa beras 25 kilo yang berasal dari Bulog," kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, Per Minggu (10/5) pukul 12.00, penyaluran Bantuan Presiden tahap II sudah mencapai 19,7 persen atau sebanyak 185.024 kelompok penerima manfaat (KPM) dari total 940.012 KPM yang menerima bantuan.


Dalam rilis tersebut juga dijelaskan bahwa tidak hanya DKI Jakarta yang telah menerima banpres ini, sejumlah wilayah Bodetabek juga telah menerima banpres sejak Minggu (2/5) lalu.

Progres pernyaluran di Bodetabek per 10 Mei 2020 pukul 12.00 WIB mencapai 7,12 persen dari 516.407 KPM atau sejumlah 36.807 keluarga telah menerima bantuan tersebut.

Muhadjir Effendy sebelumnya mengakui sempat menegur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Terguran diberikan Muhadjir pada Anies terkait data program Bantuan Sosial (bansos) yang diberikan pemerintah pusat kepada warga DKI imbas pandemi covid-19.

"Itu (bansos) sekarang problemnya data, termasuk di DKI yang sekarang kita bantu ini problemnya data," kata Muhadjir dalam sebuah webinar melalui zoom, Rabu (6/4).

"Belum lagi sinkronisasi dan koordinasi, misalnya kami dengan DKI ini agak sekarang sedang tarik-menarik ini, cocok-cocokan data, bahkan kemarin saya dengan pak gubernur agak tegang, agak saya tegur keras pak gubernur," kata Muhadjir. (tst/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK