Jumlah ini, kata Jokowi, masih jauh dari target yang ia tentukan yakni 10 ribu spesimen per hari.
"Saya baru dapat laporan, kemampuan pengujian spesimen untuk PCR sudah mencapai 4.000-5.000 sampel per hari. Ini masih jauh dari target yang saya berikan yang lalu, yaitu 10 ribu spesimen per hari," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 yang melalui siaran langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin agar ini dipastikan lab-lab tersebut berfungsi maksimal," katanya.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Jokowi mengatakan perluasan jangkauan bisa mengurangi penumpukan pemeriksaan sampel, terutama di daerah yang menjadi pusat atau episentrum penyebaran wabah corona.
Namun target itu sempat disebut mustahil oleh staf khusus Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting.
Pada April lalu, Alex mengatakan bahwa penambahan alat berupa reagen maupun detektor PCR tak lantas meningkatkan jumlah tes spesimen mencapai 10 ribu per hari. Sebab, pengujian spesimen menggunakan metode PCR juga butuh waktu lama. Selain itu diperlukan SDM yang banyak dan berkualitas untuk menguji spesimen di laboratorium.
(psp/pmg)
