"PSBB kedua ini berakhir tanggal 12 Mei dan insyaallah kami akan perpanjang lagi untuk PSBB ketiga (sampai lebaran)," kata Ade dalam sebuah diskusi daring, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade mengaku tak ingin upaya pihaknya selama ini menjadi sia-sia dalam menekan angka kasus positif terinfeksi virus corona. Ia menyebut kurva kasus positif di Kabupaten Bogor saat ini mulai menurun.
"Sekarang ini alhamdulillah sudah agak landai, jadi yang paling tinggi kasus di bulan April kemarin. Jadi kalau lihat kurvanya dari Maret landai, April naik sekarang sudah mulai landai," katanya.
Selain itu, ia mengaku telah mengantongi lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri untuk menggunakan fasilitas gedung diklat SDM di Kecamatan Kemang sebagai ruang isolasi pasien terkait virus corona.
Sejauh ini, kata Ade, pihaknya juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp383 miliar untuk penanganan kasusCovid-19 di Kabupaten Bogor.
"Kami juga sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan medis, itu ada Ro191 miliar, untuk jaring pengaman sosial Rp188 miliar dan untuk dampak ekonomi adalah Rp4 miliar," kata Ade.
Penerapan PSBB di Kabupaten Bogor dilaksanakan serentak bersama Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok mulai 15 April hingga 28 April lalu. PSBB kemudian diperpanjang kembali selama 14 hari sampai 12 Mei 2020. (khr/fra)