Pemprov Jabar Bantah Telur Bansos di Gudang Bulog Garut Busuk

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 18:47 WIB
Pedagang melayani pengunjung yang hendak membeli kebutuhan pokok di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan Toko Tani Indonesia (TTI), Ragunan, Selasa, Jakarta (05/05/2020). Pasar tani yang menggelar barang kebutuhan pokok bagi warga tersebut melayani penjualan online dengan aplikasi dan offline. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan akses pangan bagi masyarakat untuk mendapatkan pangan strategis seperti, beras, gula pasir, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, cabai, sayur, dan buah dengan harga di bawah harga pasar dengan harapan dapat menstabilkan harga ditingkat eceran. CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi stok telur. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bandung, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Mohammad Arifin Soedjayana membantah kabar stok telur bantuan sosial (bansos) provinsi terancam membusuk di Gudang Bulog Garut karena tak kunjung didistribusikan.


Arifin yang juga menjabat Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar menyatakan telur bansos provinsi yang berada di Gudang Bulog Garut sudah diredistribusi ke kabupaten/kota lain. Hal tersebut dilakukan karena pendistribusian bansos provinsi di Kabupaten Garut ditunda.

"Kami sudah mengirim telur pada 27 April 2020 sebanyak empat ton. Karena kondisi di Kabupaten Garut masih kurang kondusif, telur tersebut telah diredistribusi ke kabupaten/kota lain. Dan pada 29 April 2020, stok telur di Gudang Bulog Garut sudah diredistribusi ke tempat lain," kata Arifin, Senin (11/5).


Sebelumnya, beredar informasi terkait adanya ratusan kilogram telur dari bantuan sosial Provinsi Jabar terancam busuk di Garut. Hal itu diduga karena lamanya proses pendistribusian.

Arifin menjelaskan, stok telur bansos provinsi di Gudang Bulog Garut hanya 60 trey atau 60 kilogram untuk 60 paket.

Jumlah tersebut merupakan barang baru untuk cadangan, andai Kabupaten Garut akan segera mendistribusikan bansos provinsi kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penerima bansos provinsi. 

"Ada tumpukan paket sembako di gudang tersedia sekitar kurang lebih 2.000 paket bansos provinsi, namun stok telur hanya 60 paket," ucapnya.

Untuk diketahui, per Senin (11/5), Pemprov Jabar sudah menyalurkan 150.400 bansos ke sejumlah daerah. Bantuan tersebut disalurkan berdasarkan surat dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Nomor 466.2/1545/pfm terkait Penetapan DTKS Penerima Bantuan. Ditetapkan sebanyak 445.339 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) akan mendapatkan bansos provinsi.

Angka 445.339 KK itu berdasarkan data yang telah bersih, jelas, dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Jabar Nomor: 406/Kep.231-Dinsos/2020 tentang Daftar KRTS Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Penerima Bantuan Pemda Provinsi Jabar bagi Masyarakat yang Terdampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19. (hyg/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK