Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan penerima bansos versi data yang dikelola Kementerian Sosial nantinya akan ditandai dalam data kependudukan.
"Sekarang sedang kita lengkapi. Jadi nanti di Dukcapil akan ada datanya siapa pernah menerima bantuan apa," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yakni, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor kartu Keluarga (KK), nama lengkap, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal/bulan/tahun lahir, golongan darah, agama/kepercayaan, status perkawinan, status hubungan dalam keluarga, cacat fisik dan/atau mental, dan pendidikan terakhir.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
"Kita mulai bertahap terintegrasi, diawali dengan BPJS Jesehatan. Sekarang penduduk kita sudah terdata di Dukcapil sudah punya BPJS atau belum. Lalu SIM, bisa diketahui punya SIM atau belum," ujar Zudan.
Untuk sementara, Dukcapil menggunakan elemen data yang ada untuk mendukung verifikasi penerima bansos. Zudan bilang Kemensos ataupun Pemda bisa menggunakan NIK untuk mengecek kelayakan penerima bansos.
Diketahui, kekacauan data penerima bansos terjadi terutama saat pandemi Covid-19 di berbagai daerah. Warga yang dianggap mampu malah menerima bantuan atau sebaliknya, selain itu jumlah penerima yang jauh lebih sedikit dari data yang disodorkan daerah.
(dhf/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi