"Kita buka pelan-pelan besok mulai 15 (Mei) kita buka dulu beberapa jalan yang kita beton," kata Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).
Dia menyampaikan mayoritas pagar beton yang dibuka adalah yang dipasang di jalan akses keluar Kota Tegal. Sementara akses masuk Kota Tegal masih akan menerapkan sistem satu pintu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumadi pun menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah pengusaha dari berbagai jenis usaha di Kota Tegal untuk mengoordinasikan rencana relaksasi sejumlah aturan PSBB.
"Di mal itu wajib hukumnya semua pegawai apapun namanya terapkan protokol kesehatan, wajib pakai masker, kemudian di pintu masuk (pengunjung) mal harus jaga jarak untuk dicek satu-satu dan pakai disinfektan, juga diharuskan (pengunjung) cuci tangan," ungkapnya.
Pengetatan protokol kesehatan juga berlaku di restoran di Kota Tegal.
Setiap karyawan restoran wajib mengganti baju setelah tiba di restoran, koki menggunakan pelindung wajah, pelayan restoran menggunakan sarung tangan, membungkus setiap sendok dan garpu dengan plastik, hingga mengatur jarak setiap pengunjung yang datang.
"Kalau kita mau secure pasti tidak nyaman, ini kita koordinasikan dan tidak bisa ditawar. Lampu jalan kita mulai nyalakan pelan-pelan," tutur Jumadi.
Pemerintah Kota Tegal menutup 49 titik di Kota Tegal dengan 500 unit beton movable concrete barrier (MCB) pada akhir Maret 2020. Sebanyak 49 titik tersebut adalah akses keluar masuk dalam kota, termasuk wilayah-wilayah perbatasan.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyebut penutupan akses ini sebagai local lockdown. (mts/wis)