Pelonggaran PSBB, Pagar Beton di Kota Tegal Dibuka Lusa

CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2020 15:15 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Tegal Jumadi (ketiga kanan) , Danlanal Tegal Letkol Marinir Ridwan Azis (kiri), Dandim 0712 Tegal Letkol Inf Richard Arnold (kedua kanan), Wakapolres Kota Tegal Kompol Joko Wicaksono (kanan) memberikan imbauan kepada warga saat pemasangan beton isolasi wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (29/3/2020). Isolasi wilayah dilakukan dengan menutup sebanyak 50 titik jalan masuk ke Kota Tegal dan hanya dibuka satu jalan yaitu jalan Proklamasi dengan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan sebelum memasuki wilayah kota tersebut untuk antisipasi penyebaran COVID-19.  ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc. Salah satu pintu masuk ke Kota Tegal, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Tegal, Jawa Tengah akan membuka sejumlah ruas jalan yang sebelumnya ditutup dengan pagar beton mulai Jumat (15/5). Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari relaksasi atau pelonggaran sejumlah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal.

"Kita buka pelan-pelan besok mulai 15 (Mei) kita buka dulu beberapa jalan yang kita beton," kata Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).

Dia menyampaikan mayoritas pagar beton yang dibuka adalah yang dipasang di jalan akses keluar Kota Tegal. Sementara akses masuk Kota Tegal masih akan menerapkan  sistem satu pintu.


"Hanya beberapa titik saja dulu yang memudahkan orang akses ke Kota Tegal, terutama untuk keluar dulu. (Kalau) masuk nanti dulu, masuk satu pintu tali keluar kita buka beberapa agar lebih mudah mengontrol," ucapnya.

Jumadi pun menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah pengusaha dari berbagai jenis usaha di Kota Tegal untuk mengoordinasikan rencana relaksasi sejumlah aturan PSBB.

Dia berkata bahwa semua pelaku usaha di Kota Tegal harus lebih berhati-hati di masa pelaksanaan relaksasi aturan PSBB dengan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan terkait pencegahan pandemi virus corona (Covid-19).

"Di mal itu wajib hukumnya semua pegawai apapun namanya terapkan protokol kesehatan, wajib pakai masker, kemudian di pintu masuk (pengunjung) mal harus jaga jarak untuk dicek satu-satu dan pakai disinfektan, juga diharuskan (pengunjung) cuci tangan," ungkapnya.

Pengetatan protokol kesehatan juga berlaku di restoran di Kota Tegal.

S
etiap karyawan restoran wajib mengganti baju setelah tiba di restoran, koki menggunakan pelindung wajah, pelayan restoran menggunakan sarung tangan, membungkus setiap sendok dan garpu dengan plastik, hingga mengatur jarak setiap pengunjung yang datang.

Jumadi mengingatkan bahwa relaksasi aturan PSBB akan menjadi masa yang lebih merepotkan karena semua elemen di Kota Tegal harus lebih berhati-hati.

"Kalau kita mau secure pasti tidak nyaman, ini kita koordinasikan dan tidak bisa ditawar. Lampu jalan kita mulai nyalakan pelan-pelan," tutur Jumadi.

Pemerintah Kota Tegal menutup 49 titik di Kota Tegal dengan 500 unit beton movable concrete barrier (MCB) pada akhir Maret 2020. Sebanyak 49 titik tersebut adalah akses keluar masuk dalam kota, termasuk wilayah-wilayah perbatasan.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyebut penutupan akses ini sebagai local lockdown. (mts/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK