Kelima provinsi tersebut adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Papua, dan Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam melakukan pemetaan, ada tiga poin yang menjadi perhatian. Pertama tutupan lahan apa saja yang selama periode tersebut terus terbakar. Kedua, apakah jejak terbakar berdekatan dengan konsesi terutama sawit, dan ketiga apakah kebakaran berada di lahan gambut dan non-gambut.
![]() |
Rinciannya paling luas terjadi di Riau dengan 2.765 hektare terbakar, disusul Papua Barat dengan 1.419 hektare, Kalimantan Barat 770 hektare dan Kalimantan Tengah 725 hektare.
Sebelumnya, KLHK mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau di tiga provinsi di Indonesia: Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
"Karena pada bulan tersebut potensi awan masih optimal untuk penyemaian garam untuk hujan buatan," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung Sugardiman kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (30/4). (yoa/gil)
