Penambahan kasus baru yang sangat signifikan ini dari klaster KM Dorolonda. Kapal Pelni ini memiliki rute Ternate-Ambon-Namlea-Baubau-Makassar-Surabaya.
Data dari website resmi Pelni, KM Dorolonda berangkat Sabtu dari Namlea pada 18 April 2020 dan tiba di Baubau pada 21 April 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada enam warga Kabupaten Wakatobi juga terinfeksi virus corona usai menumpang di kapal tersebut.
Di Kolaka Utara tambahan 1 kasus sehingga total 7 orang. Satu kasus baru ini terkait dengan klaster ijtima ulama di Gowa dan telah dinyatakan meninggal dunia.
Konawe Selatan ada tambahan 3 kasus baru sehingga total 6 orang terkonfirmasi positif. Kabupaten Konawe bertambah 4 kasus baru sehingga total 7 orang. Sementara Kolaka dan luar wilayah dari Sulawesi Tengah masing-masing 1 kasus.
"Sebanyak 3 orang dinyatakan meninggal dunia yang terakhir PDP Kolaka Utara ternyata positif setelah keluar hasil swab-nya," imbuhnya.
Selain KM Dorolonda, klaster baru di Sultra ada juga dari Magetan Jawa Timur. Sebanyak lima santri dari Kolaka Timur telah terinfeksi virus corona. Selain dari Koltim, ada juga surveilans dari Bombana yang menemukan 32 santri yang baru pulang dari pondok pesantren di Magetan.
Kasus Positif Covid-19 Malut Jadi 77 pasien
Lonjakan kasus positif Covid-19 juga terjadi di Maluku Utara. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 23 orang per Rabu (13/5). Sementara pasien meninggal dengan gejala Covid-19 dan hasil tes swab-nya dinyatakan positif sebanyak 3 orang. Itu berarti jumlah kasus positif di Malut mencapai 77 kasus.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malut dr. Alwia Assagaf dalam konferensi pers menyatakan, hasil swab test dari BTKL-PP Manado, Sulawesi Selatan menunjukkan adanya 19 kasus terkonfirmasi positif baru di Malut. Sedangkan 4 kasus lainnya berdasarkan hasil uji spesimen di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.
"Kasus yang sembuh masih tetap 8 kasus," ungkap Alwia.
Sementara itu, pasien meninggal yang ternyata positif Covid-19 sebanyak 3 orang masing-masing berasal dari Halmahera Selatan, Kota Ternate dan Halmahera Utara. Pasien Halsel merupakan seorang pedagang yang meninggal di Kayoa dan dimakamkan dengan protokol pemulasaran jenazah Covid-19 pekan lalu.
Pasien Ternate meninggal di Ruang Isolasi RSUD Chasan Boesoirie Selasa (12/5) malam setelah dirujuk dari Rumah Sakit Tentara. Pasien perempuan berusia 56 tahun itu dimakamkan dengan protokol Covid-19 Rabu dini hari meski sempat mendapat penolakan warga Tongole, Ternate Tengah.
Sedangkan pasien positif terakhir yang meninggal adalah seorang warga Desa Sabale, Kecamatan Malifut, Halut. Pasien laki-laki berusia 64 tahun itu didiagnosa sakit gula dan ginjal namun tetap di-swab test lantaran berkontak dengan istrinya yang memiliki riwayat perjalanan menggunakan KM Dorolonda. Dorolonda sendiri adalah salah satu kluster penyebaran Covid-19.
"Jumlah kematian kasus positif di Maluku Utara mencapai 3 kasus, yakni di Halmahera Selatan, Ternate dan Halmahera Utara," ungkap Alwia. (ain/pnd/iel/ain)