Pendistribusian akan dilakukan oleh Yayasan Kumala dan Yayasan Sahabat Lingkungan, diberikan kepada masyarakat yang sudah didata membutuhkan bantuan seperti dapur umum, tuna wisma, dan anak jalanan dengan penerapan protokol kesehatan yang berlaku. Dirjen PPKL M.R. Karliansyah mengungkapkan bentuk kepedulian ini sebagai komitmen Ditjen PPKL KLHK untuk membantu mereka yang terdampak.
Karliansyah menyebut menitipkan penyaluran kepada komunitas dengan harapan bantuan diberikan tepat sasaran. Yayasan Kumala di Jakarta Utara dinilai tepat sebagai penyalur karena sejak awal didirikan pada 2006 lalu telah fokus pada pengelolaan lingkungan dan sosial kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abah Dindin mengatakan, pandemi Covid-19 memberi dampak besar bagi aktivitas PMKS. Terlebih, mereka baru mendapatkan uang jika keluar rumah untuk bekerja. Selain itu, Yayasan Kumala memberi alternatif kegiatan dan bantuan makan setiap hari di Bank Sampah.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (dok. KLHK) |
Sementara, Yayasan Sahabat Ciliwung di Depok telah berkembang menjadi sarana edukasi, konservasi, wisata, dan olahraga prestasi. Sejak berdiri tahun 2000, yayasan ini menyorot soal lingkungan, terlebih Sungai Ciliwung. Kegiatan mereka meluas sampai membentuk sembilan komunitas di kawasan Depok.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (dok. KLHK) |
Di masa pandemi, Yayasan Sahabat Ciliwung memiliki dapur umum yang memproduksi 150-200 porsi makanan setiap hari. Biaya dapur umum 70 persen dari kas yayasan, dan 30 persen datang dari donatur. Saat ini, mereka terfokus pada pembagian bahan makanan.
Bantuan kepada masyarakat telah dilaksanakan oleh Ditjen PPKL sejak awal sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap kondisi pandemic COVID-19. Ditjen PPKL aktif mengkampanyekan Gerakan Bersih Cuci Tangan dan Penyemprotan Disenfektan Organik. Kegiatan ini merupakan kolaborasi aktif bersama dengan dunia usaha, seperti GAPKI, PT Wings Group, PT Musim Mas, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP, Adaro Indonesia, PT Sido Muncul, PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kaltim, dan PT Freeport. (rea)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (dok. KLHK)