Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Nahdiana dalam rapat teleconference bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada Senin (11/5). Video rapat diunggah di akun Youtube resmi milik Pemerintah Provinsi Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skema ketiga adaah hanya sebagian sekolah yang dibuka dengan sebagian siswa belajar di rumah, dengan pihaknya memberikan beberapa hal pengamatan dan kesiapan.
Menurut dia, dengan ketiga alternatif tersebut, sekolah juga harus memiliki cukup fasilitas sanitasi, mulai dari alat pelindung diri masing-masing dan alat protokol kesehatan yang harus ada ketika nanti murid-murid kembali ke sekolah. Ini juga termasuk sterilisasi ruangan dan pengaturan ruang pembelajaran
"Apakah itu sudah aman, baik internal dan lingkungan sekitarnya apakah masih berada di zona merah dan lain-lain," ujarnya.
Berikutnya siklus kedua, yakni dua pekan belajar di sekolah, dua pekan belajar di rumah dilakukan secara bergantian.
"Maka siklus ketiga kita mulai rencanakan bergantian satu minggu sekali," ujarnya.
Terkait tiga skema itu, Anies menilai meskipun menarik, melihat kenyataan sulit menerapkannya secara simetris di Jakarta. Oleh karena itu, menurut dia, penerapannya bisa dilakukan bervariasi
Lebih lanjut, Anies menilai, skema yang paling mungkin diterapkan yakni hanya sebagian sekolah yang mengadakan kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, menurut dia, masih banyak sekolah yang berada di zona merah penyebaran virus corona.
"Karena sebagian sekolah memang kawasannya belum siap dan agak berisiko. Kita harapkan untuk sebagian sekolah itu masuk, sebagian tentu akan bertahan lebih lama (menerapkan sistem belajar dari rumah)," ujar mantan Mendikbud tersebut.
Lihat juga:3 Cara Ajarkan Anak Tentang Kesabaran |
"Jadi, masalah cuci tangan kesempatan emas buat membiasakan anak-anak untuk cuci tangan secara seeing. Karena di masy kita, kita tahu belum terjadi itu," ucap Anies. (dmi/kid)