DKI Siapkan Tiga Skema Kembali ke Sekolah di Tengah Corona

CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 12:41 WIB
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di ruang belajar dan terbuka di SMP Tunas Harapan, Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis, 19 Maret 2020. Sejumlah sekolah di kota Bekasi mulai melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah virus covid-19. CNNIndonesia/Safir Makki Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di ruang kelas sebuah sekolah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga skema kembali ke sekolah di tengah pandemi virus corona (Covid-19) jelang tahun ajaran baru 2020/2021. Tahun ajaran baru sendiri diagendakan mulai pada 13 Juli 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Nahdiana dalam rapat teleconference bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada Senin (11/5). Video rapat diunggah di akun Youtube resmi milik Pemerintah Provinsi Jakarta.

"Kami melakukan ini semua dengan mengikuti kebijakan pemerintah apabila PSBB ini telah dibuka kembali, maka kami bersiap kembali ke sekolah dengan rancangan yang kami buat dengan beberapa alternatif," kata Nahdiana dalam rekaman di youtube DKI yang dilihat, Jumat (15/5).


Nahdiana menjelaskan, skema pertama yakni hanya sebagian sekolah yang dibuka dengan semua siswa belajar di sekolah. Kemudian, skema kedua, hanya sebagian sekolah yang dibuka dengan sebagian siswa belajar di sekolah.

Skema ketiga adaah hanya sebagian sekolah yang dibuka dengan sebagian siswa belajar di rumah, dengan pihaknya memberikan beberapa hal pengamatan dan kesiapan.

Untuk mendukung tiga skema itu, pihaknya juga akan memastikan kesiapan sekolah, guru, maupun lingkungan sekolah pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut dia, dengan ketiga alternatif tersebut, sekolah juga harus memiliki cukup fasilitas sanitasi, mulai dari alat pelindung diri masing-masing dan alat protokol kesehatan yang harus ada ketika nanti murid-murid kembali ke sekolah. Ini juga termasuk sterilisasi ruangan dan pengaturan ruang pembelajaran

"Apakah itu sudah aman, baik internal dan lingkungan sekitarnya apakah masih berada di zona merah dan lain-lain," ujarnya.

Selain itu, Nahdiana menjelaskan pihaknya telah merancang masa transisi belajar di sekolah selama dua bulan. Ia mengatakan, pada pekan pertama dan kedua masa transisi, kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya dilakukan satu hari secara bergantian.

Berikutnya siklus kedua, yakni dua pekan belajar di sekolah, dua pekan belajar di rumah dilakukan secara bergantian.

"Maka siklus ketiga kita mulai rencanakan bergantian satu minggu sekali," ujarnya.

Terkait tiga skema itu, Anies menilai meskipun menarik, melihat kenyataan sulit menerapkannya secara simetris di Jakarta. Oleh karena itu, menurut dia, penerapannya bisa dilakukan bervariasi

Lebih lanjut, Anies menilai, skema yang paling mungkin diterapkan yakni hanya sebagian sekolah yang mengadakan kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, menurut dia, masih banyak sekolah yang berada di zona merah penyebaran virus corona.

"Karena sebagian sekolah memang kawasannya belum siap dan agak berisiko. Kita harapkan untuk sebagian sekolah itu masuk, sebagian tentu akan bertahan lebih lama (menerapkan sistem belajar dari rumah)," ujar mantan Mendikbud tersebut.

Anies juga meminta Dinas Pendidikan mulai menyiapkan fasilitas pencegahan penyebaran virus corona di sekolah. Di antaranya dengan menyediakan tempat cuci tangan di setiap pintu masuk ruang kelas hingga penerapan physical distancing.

"Jadi, masalah cuci tangan kesempatan emas buat membiasakan anak-anak untuk cuci tangan secara seeing. Karena di masy kita, kita tahu belum terjadi itu," ucap Anies. (dmi/kid)

[Gambas:Video CNN]