"Bertambah 496 kasus positif, total 18.010 kasus," demikian dikutip dari laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, covid19.go.id, Senin (18/5) pukul 15.10 WIB.
Data tersebut menunjukkan kenaikan kasus corona. Sehari sebelumnya, jumlah kasus positif corona mencapai 17.514 kasus. Sebanyak 1.148 orang meninggal dunia dan 4.129 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga kemarin tercatat mencapai 270.876 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 35.800 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 387 kabupaten/kota di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyarankan agar hidup berdampingan dengan virus corona. Namun, kata Jokowi hidup berdampingan dengan virus corona bukan berarti masyarakat menyerah.
"Justru dari situlah titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.
Lihat juga:Hujan Kritik Konser Amal Corona ala BPIP |
Kebijakan pemerintah dalam mengatasi virus corona pun dinilai sejumlah pihak setengah hati karena lebih mengutamakan ekonomi ketimbang kesehatan warga lewat pelonggaran pembatasan.
Penerapan PSBB untuk menekan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan di 27 kabupaten/kota dan empat provinsi. Dari daerah itu, beberapa di antaranya telah melewati PSBB tahap pertama dan masuk ke pelaksanaan PSBB tahap kedua dan ketiga. (tim/gil)