Jokowi Minta Fasilitas Puskesmas Diperkuat Atasi Corona

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2020 13:05 WIB
Presiden Joko Widodo memebrikan keterangan terkait corona, Minggu (15/3) Presiden Jokowi meminta peranan puskesmas diperbesar dan diperkuat dalam menghadapi virus corona (Dok. Biro Sekretariat Presiden/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta keberadaan Puskesmas diperkuat untuk menangani kasus virus corona (Covid-19). Saat ini tercatat ada 10.134 Puskesmas di seluruh Indonesia. Sebanyak 4 ribu di antaranya merupakan Puskesmas yang telah memiliki fasilitas rawat inap.

"Saya minta fasilitas kesehatan di tingkat pertama yaitu Puskesmas harus diperkuat, karena kita punya 10.134 di seluruh tanah air dan 4 ribu di antaranya puskesmas dengan fasilitas rawat inap," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 melalui siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5).
Selain itu, lanjut Jokowi, terdapat 4.483 dokter praktik keluarga ditambah klinik-klinik pertama yang melayani Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia meminta agar layanan ini diaktifkan sehingga Puskesmas bisa menjadi simpul pengujian sampel virus corona hingga pengawasan Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Ini betul-betul perlu diaktifkan sehingga Puskesmas dan jaringannya bisa diaktivasi menjadi simpul dalam pengujian sampel, pelacakan dan penelusuran kasus Covid di wilayah itu, juga menjadi simpul pemantauan ODP maupun OTG," katanya.

Hingga Maret lalu, diketahui ada 137 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia yang digunakan untuk penanganan corona. Sementara proses screening corona disebut juga dapat dilakukan di sejumlah Puskesmas.
Metode screening tersebut dengan menggunakan rapid test atau melakukan metode swab cairan dalam tenggorokan. Hasil tes swab akan tetap diserahkan ke laboratorium Penelitian Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes.

Pada 2 April lalu, Jubir Pemerintah khusus penanganan Covid-19 Achmad Yurianto juga mengatakan bahwa pemerintah bakal memanfaatkan mesin pemeriksaan TB-TCM (Tes Cepat Molekuler) di puskesmas untuk mengecek virus corona.

Kemudian pada 5 Mei, Yurianto mengatakan telah mendistribusikan 1.500 cartridge untuk mesin tes cepat molekuler (TCM) dalam rangka mempercepat penanganan virus corona di daerah.

"1.500 cartridge dari rencana 172 ribu, sudah kami distribusikan ke Sukabumi, Banyumas, Kediri, Lumajang, Palangkaraya, Balikpapan, Kendari, Sumbawa, Mimika, Merauke, Yapen, Sorong, Ternate, Tarakan dan Nunukan," ujar Yurianto di BNPB, Senin (4/5).
(psp/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER