Konser Amal Ide BPIP Dicap Pencitraan, Ketua MPR Buka Suara

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 10:14 WIB
Konser Amal Ide BPIP Dicap Pencitraan, Ketua MPR Buka Suara Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan konser amal virtual lawan corona bukan bagian dari politik pencitraan karena tak ada agenda pemilu dalam waktu dekat. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menjawab hujan kritik dan tudingan soal pencitraan di balik pelaksanaan konser amal penggalangan dana yang digelar pihaknya bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (17/5) malam.

Bamsoet, sapaannya, mengatakan penyelenggaraan konser ini juga bukan bagian dari politik pencitraan. Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu berkata bahwa pencitraan tidak dibutuhkan saat ini karena waktu penyelenggaraan Pemilu masih jauh.

Ia pun meminta masyarakat tidak perlu marah atau bersikap nyinyir menyikapi penyelenggaraan konser tersebut.

"Belanda masih jauh. Sebaiknya enggak perlu ngomel dan nyinyir. Percayalah, berbuat dan berbagi, membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan itu indah," ujar Bamsoet melalui keterangannya, Senin (18/5).


Bamsoet mengatakan bahwa konser bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona" merupakan gagasan dari seniman dan pekerja seni, untuk para seniman dan pekerja seni serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan seperti para peternak, nelayan dan petani yang terdampak Covid-19.

"Ini konser virtual dari rumah masing-masing. Tidak ada kumpul-kumpul, yang ada di studio hanya Bimbo dan pembawa acara," kata Bamsoet.

Selain motor listrik dari Presiden Joko Widodo, terdapat sejumlah sumbangan yang dilelang seperti lukisan dan jaket yang terjual ratusan juta dari para seniman yang kemudian diberikan secara cuma-cuma untuk membatu masyarakat yang lebih membutuhkan.

Konser amal penggalangan dana yang digelar BPIP, MPR, dan BNPB, pada Minggu malam (17/5) dihujani kritik sejumlah pihak. Ada sejumlah pendapat negatif terhadap gelaran konser tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan mengkritisi sikap para tokoh yang hadir dalam konser lantaran tak menjaga jarak satu sama lain. Dia mengetahui itu lewat foto yang diunggah anggota BPIP Benny Susetyo.

"Nyuruh rakyat untuk cegah penyebaran virus corona dengan jaga jarak, tapi dari foto konser MPR-BPIP ini sama sekali tidak diterapkan physical distancing," ujarnya lewat akun Twitter @OssyDermawan, Senin (19/5). (mts/gil)

[Gambas:Video CNN]