Wali Kota Depok, Muhammad Idris menuturkan, pelaksanaan rapid test di Kota Depok hingga Rabu (20/5) sudah dilakukan di sejumlah fasilitas dan ruang publik, mulai dari pasar hingga stasiun.
"Dengan jumlah sasaran terjaring 1.329 orang, reaktif 29 orang (2,18 persen) dan non reaktif 1300 orang (97,82 persen)," dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, per Rabu (20/5), Idris menyebut ada sembilan kasus baru positif Corona di Kota Depok.
Kota Depok juga terus mencatat jumlah kasus Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di mana per hari yang sama jumlahnya telah mencapai 68 kasus meninggal dunia.
Diketahui, hasil rapid test belum diakui sebagai kasus Covid-19. Warga yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test mesti menjalani swab PCR lebih dulu sebelum dipastikan sebagai kasus baru.
(thr/mik)