Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan baru-baru ini beredar video yang sempat viral. Dalam video tersebut, oknum tersebut mengatakan bahwa beras dari Perum Bulog telah busuk. Lokasinya di Kelurahan Pisangan Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
"Kami langsung cross-check dengan penyaluran yang ada di lapangan, dan ternyata pelakunya yang memviralkan video tersebut sudah ditangkap polisi pada hari itu juga," ujar Buwas, sapaan akrabnya melalui keterangan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Buwas menegaskan pihaknya akan menangani dengan tegas dan cepat sesuai hukum terkait seluruh upaya yang mendiskreditkan Perum Bulog dalam menjalankan tugas negara itu.
Lihat juga:Temuan Beras Busuk di Gudang Bulog |
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (CNN Indonesia/ Aria Ananda) |
Sebelumnya, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menjelaskan realisasi penyaluran beras bansos mencapai 933.725 KPM di Jabodetabek hingga 17 Mei 2020. Jumlah tersebut baru mencapai 64,36 persen dari total sebanyak 1,45 juta KPM.
"Dari 1,45 juta KPM, kami sudah merealisasikan 933.725 KPM atau 64,3 persen. Ini posisi per 17 Mei pukul 18.00 WIB, sudah kami laksanakan," kata Tri.
Bantuan beras yang diberikan kepada setiap KPM sebanyak 25 Kg. Penyaluran beras bansos itu dibagi dalam dua periode. Periode pertama, sejak 5 Mei lalu hingga 18 Mei 2020. Lalu, periode kedua pada 1-14 Juni 2020 mendatang. (ulf/pmg)
