Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Bersahabat dengan New Normal

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 03:44 WIB
Penceramah kondang Ustaz Yusuf Mansur akhirnya merampungkan pemeriksaan dirinya sebagai saksi dalam kasus perumahan syariah fiktif Multazam Islamic Residence, Sidoarjo, di Mapolrestabes Surabaya. Yusuf Mansur ajak bersahabat dengan new normal di tengah pandemi corona. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Pondok Pesantren Darul Qur'an Yusuf Mansur meminta masyarakat Indonesia berdamai dengan kondisi new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Ini new normal yang harus kemudian kita jalani. Kita berdamai, bersahabat dengan kesulitan yang nantinya kesulitan akan memberikan begitu banyak keberkahan buat kita," kata Yusuf melalui video teleconference, Jumat (22/5).

Yusuf menyerukan untuk seluruh umat, khususnya umat Islam untuk meneladani kisah-kisah Nabi dan Rasul dalam menyikapi sebuah musibah. Ia menyebutkan kisah Nabi Yusuf, Sulaiman dan Ayub yang mendapatkan kemuliaan usai diterpa musibah.


Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi musibah bencana non-alam ini sebagai sebuah ujian yang harus dihadapi dengan hati lapang disertai kewaspadaan dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah soal protokol kesehatan.

"Kita bukan Yusuf yang ditaruh di dasar sumur. Kita masih bisa jalan kemana-mana setidaknya dengan masker, ikuti protokol keamanan, jaga jarak social distancing-nya, hindari kerumunan, sering-sering cuci tangan pakai hand sanitizer," ujarnya.

Yusuf memahami bagaimana kondisi masyarakat saat ini dihimpit kondisi perekonomian melawan pandemi covid-19. Namun ia meminta masyarakat bersabar dan berusaha semaksimal mungkin membangun energi positif dalam diri.

"Tidak ada kemudian orang hebat tidak melewati serangkaian kesulitan. Jangan baper, jangan kemudian pundung," pesan Yusuf.

Senada dengan Yusuf Mansur, Rohaniawan Romo Franz Magnis Suseno turut berharap masyarakat tidak putus asa dengan kondisi saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa memupuk solidaritas dalam membantu sesama di masa pandemi corona.

Romo Franz menegaskan saat ini penting untuk membangun gotong royong sesama umat tanpa memandang suku, agama dan ras.

"Mari kita tidak putus asa, kita juga jangan bersikap peduli amat. Tidak boleh khawatir sedikit pun tetapi kita boleh mengharapkan bahwa kita akan keluar dari krisis itu," kata dia di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (22/5).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung istilah new normal. Mantan wali kota Solo itu menyatakan masyarakat di Indonesia harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19 ketika mulai beraktivitas kembali.

"Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru," kata Jokowi dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, pekan lalu.

Menurut Jokowi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan bahwa terdapat potensi virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. (khr/jal)

[Gambas:Video CNN]