Pasien Positif Corona di Jatim Tembus 3.095 Orang

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 02:56 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) terhadap warga di Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2020). Pemeriksaan cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc. Petugas melakukan pemeriksaan cepat Covid-19 (Rapid Test) terhadap warga di Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2020). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur kembali mengalami pertambahan. Per Jumat (23/5) tercatat ada 159 pasien baru. Total pasien positif di Jatim mencapai 3.095 orang.

Dari jumlah itu, pasien yang hingga kini masih menjalani perawatan sebanyak 2.385 orang. Hal itu setara dengan 77,06 pasien dari total keseluruhan kasus.

"Hari ini tambah 159 pasien," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat malam.


Selanjutnya, tambahan 159 pasien itu rinciannya yakni, 51 di Surabaya, 27 di Sidoarjo, 28 di Gresik, 3 di Kabupaten Madiun, 1 di Kota Batu, 18 di Kabupaten Kediri dan 1 di Jombang.


Kemudian 1 di Kota Kediri, 4 di Magetan, 2 di Kabupaten Mojokerto, 2 di Tulungagung, 2 di Kabupaten Malang, 2 di Kota Malang, 1 di Kota Mojokerto, 3 di Nganjuk, 4 di Pacitan, 1 di Bangkalan dan 2 di ABK kapal.

Pasien terkonversi negatif atau sembuh juga mengalami pertambahan sebanyak 13. Rinciannya yakni 1 di Kota Surabaya, 3 di Kabupaten Madiun, 2 di Kabupaten Malang, 1 di Lumajang, 1 di Sidoarjo, 3 di Nganjuk, 1 di Tuban dan 1 di Kabupaten Blitar.

Dengan pertambahan tersebut, maka kini total pasien terkonversi negatif atau sembuh di Jatim yang telah berjumlah 426 orang atau setara dengan 13,76 persen.

"Pasien sembuh sudah 426, ada tambahan cukup signifikan 13,76 persen," kata Khofifah.

Kendati demikian, jumlah pasien meninggal dunia juga bertambah sebanyak 15 orang hari ini. Rinciannya 9 di Kota Surabaya, 1 di Kabupaten Tulungagung, 4 di Kabupaten Sidoarjo, 1 di Kabupaten Pasuruan dan 1 di Kota Malang.

Maka total pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Jatim berjumlah 273 orang. Angka itu setara dengan 8,82 persen.

"Sementara meninggal 273 [pasien], setara 8,82 persen," ujarnya.


Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona
Sementara itu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim saat ini tercatat ada 5.499 pasien. Sebanyak 2.947 pasien di antaranya masih diawasi, 2.471 pasien selesai diawasi atau sembuh, dan 531 pasien lainnya meninggal dunia

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 23.423 orang, yang masih dipantau 4.046 orang, selesai dipantau 19.283 orang, dan 94 orang lainnya meninggal dunia.

Dengan meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 tersebut Khofifah pun ingin memaksimalkan kapasitas rumah sakit darurat, atau rumah sakit lapangan.

Saat ini kata dia, RS Lapangan Covid-19 Jatim yang didirikan di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jalan Indrapura Surabaya, berkapasitas 200 orang, dan bisa di maksimalkan sampai 500 orang. RS ini rencananya diperuntukkan bagi pasien konfirmasi positif baru yang terkategori ringan.

"Yang kita ingin bahwa yang di RS rujukan itu yang kondisi berat, yang ringan dan sedang seyogyanya kita siapkan di rumah sakit lapangan seperti sekarang. Kalau total dengan ekstensifikasi kamar-kamar itu semua, bisa sampai 500 bed," katanya.

Melalui pembagian seperti itu, kata dia daya tampung di rumah sakit rujukan akan semakin besar. Dan pada saat yang sama, makin banyak juga pasien-pasien yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan.

Walaupun RS Lapangan ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kategori ringan, namun kelengkapan alat medis, keamanan dan keselamatan tenaga medis tetap menjadi perhatian.


Hingga kini kata dia, telah disiapkan 4 buah ventilator dan ribuan APD telah disiapkan di dalam RS Lapangan itu guna peningkatan pelayanan ke masyarakat. Bahkan, untuk tenaga kesehatan dan keluarganya, telah disiapkan pula kamar-kamar khusus di area RS Lapangan tersebut.

"Kita siapkan juga ICU, ventilator, hingga sarana pemulasaraan di belakang juga kita siapkan," ujarnya.

Sementara itu, RS Darurat ini dibangun dengan dua basis utama, yaitu gedung dan tenda. Satu gedung utama tengah dalam persiapan sedangkan lima ruangan berbasis tenda telah rampung pengerjaannya.

Kelima tenda tersebut nantinya akan dibagi peruntukannya yaitu, tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.

Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim akan melakukan kolaborasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Bersama IDI dan PPNI akan dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. (frd/pmg)

[Gambas:Video CNN]