Istana: Silaturahmi Tetap Harus Dijaga, Bisa Virtual

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 07:11 WIB
Presiden Joko Widodo membagikan sembako tahap III di Johar Baru, Jakarta, Senin (18/5) Presiden Joko Widodo. (Lukas - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo tetap mendorong agar tradisi silaturahmi saat Lebaran terus dilakukan meskipun tidak berjumpa secara tatap muka.

Demikian dikatakan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/5).

Bey mengatakan silaturahmi tersebut bisa dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan berbagai media dan teknologi.


"Tradisi silaturahmi bersama keluarga dan kerabat agar terus dijaga. Meski tidak bertemu secara langsung, silaturahmi bisa dilakukan secara virtual," kata Bey.
Menurut Bey, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dipastikan tidak akan mengadakan gelar griya (open house) pada Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah.

"Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19," jelas Bey.

Lebih lanjut, kata Bey, Jokowi juga meminta kepada seluruh menteri dan anggota Kabinet Indonesia Maju untuk tidak mengadakan acara gelar griya.

"Tentunya apa yang dilakukan oleh Presiden diharapkan bisa diikuti oleh seluruh jajaran kabinet, karena Wakil Presiden juga tidak akan mengadakan acara open house," katanya.

Presiden Jokowi biasanya mengadakan gelar griya bagi semua kalangan saat Idulfitri. Lebaran tahun lalu Presiden Jokowi melakukan gelar griya di Istana Negara Jakarta. Dua tahun sebelumnya, Presiden juga menggelar kegiatan tersebut di Istana Kepresidenan Bogor.

Hari Raya Idulfitri tahun 1441 Hijriah jatuh bertepatan pada hari Minggu, 24 Mei 2020, sesuai dengan hasil sidang isbat yang telah ditetapkan Menteri Agama Fachrul Razi.
(psp/ugo)

[Gambas:Video CNN]