Pemerintah Tak Jelas, PKS Ajak Rakyat Mandiri Hadapi Corona

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 03:20 WIB
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini bersiap memimpin rapat pleno rekomposisi pengurus Fraksi dan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/4). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan rekomposisi pengurus Fraksi dan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan di DPR RI untuk bertukar pengalaman antaranggota. Perubahan tersebut sesuai keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/16 Fraksi PKS di DPR RI. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati mengajak masyarakat berikhtiar mandiri dengan tertib menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya, ikhtiar mandiri diperlukan lantaran upaya pemerintah mengendalikan pandemi virus corona semakin tidak jelas,. Bahkan, lanjutnya, kebijakan pemerintah sering saling berlawanan dan berubah-ubah dalam menangani pandemi corona.

"Upaya kendalikan Covid-19 semakin tak jelas. Pemerintah belum memperlihatkan langkah yang terarah, konsisten, dan jelas dalam mengatasi penularan Covid-19 ini berikut dampak yang menyertainya di berbagai sektor," kata Mufida dalam keterangannya, Sabtu (23/5)..


"Tak ada jalan lain bagi masyarakat kecuali mengandalkan ikhtiar mandiri dengan tertib menjalankan protokol kesehatan," ujar dia lagi.

Ketidakjelasan pemerintah, menurut Mufida, terlihat dalam menyikapi aktivitas mudik atau pulang ke kampung halaman jelang hari raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Mufida mengatakan pemerintah melarang mudik namun mengizinkan sejumlah moda transportasi umum beroperasi. Berbagai macam persoalan pun muncul akibat kebijakan yang saling berlawanan ini.

"Meski dengan syarat memenuhi protokol kesehatan, tapi fakta di lapangan memperlihatkan protokol itu diabaikan. Lihat saja ramainya bandara dan pelabuhan penyeberangan, belum lagi soal surat kesehatan palsu," ujarnya.

Mufida juga menyayangkan wacana pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketika sejumlah pemerintah daerah tengah bersusah payah menerapkan PSBB untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Di tengah kondisi seperti ini, Mufida menyatakan pola hidup sehat dengan rajin mencuci tangan, mengenakan masker, dan disiplin menerapkan jaga jarak atau physical distancing harus menjadi kebiasaan baru setiap orang.

"Saya juga mengajak semua masyarakat, mumpung masih di bulan Ramadhan, mari kita banyak-banyak berdoa memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dan menuntaskan semua kesulitan akibat Covid-19 ini," tuturnya.

Kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia hingga Jumat (22/5) mencapai 20.796 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 5.057 dinyatakan sembuh. Sementara, jumlah korban meninggal 1.326.

Dikutip dari laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (22/5) pukul 16.15 WIB, kasus positif corona bertambah 634 kasus dari hari sebelumnya. (mts/wis)

[Gambas:Video CNN]