Langgar Aturan Mudik, Kapal 19 Penumpang Tenggelam di Maluku

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 13:21 WIB
Petugas mengevakuasi perahu karam di Pantai Desa Romben Barat, Dungkek, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (18/6/2019). Perahu berpenumpang sekitar 57 orang yang berlayar dari Pulau Raas menuju Kalianget itu, karam di perairan Pulau Sapudi-Pulau Giliyang, Sumenep, Senin (17/6). Dari jumlah penumpang tersebut  17 diantaranya meninggal dunia dan satu belum diketemukan. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/pd. Ilustrasi kapal tenggelam. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal motor (KM) Selgbadanns Kamar Jaya dilaporkan tenggelam di Perairan Pulau Trangan Kepulauan Aru, Maluku. Kapal tersebut membawa sekitar 19 penumpang lokal dari pelabuhan Dobo menuju Desa Batugoyang. Dua dari 19 penumpang meninggal sementara tujuh dalam pencarian dan 10 selamat.

Kapal tradisional Selgbadanns Kamar Jaya memiliki panjang 12 meter dan lebar 3 meter itu membawa 19 penumpang mudik dari pelabuhan Dobo menuju Desa Batugoyang.

"Benar, kapal penumpang itu tenggelam di tengah larangan mudik. Peristiwa terjadi pada Jumat (22/5) sekitar pukul 22.00 WIT," kata Muslimin, Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Ambon, Muslimin, Sabtu (23/5).


Muslimin menjelaskan dari 19 penumpang yang tenggelam, 10 orang ditemukan selamat, 7 orang masih dalam pencarian, dan 2 orang meninggal dunia.

Korban selamat antara lain Ahmad Kamarmir (17), Muhamad Yusuf Opem (72), Jamalia Kamarmir (17), Har Lamani Kamarmir (60), Larapi Laopa (70), Said Kamarmir (45), Hasan Opem (14), Rany Sogarley (10), Absa Kamarmir (40), dan Suwinto (25).

Sedangkan korban hilang masing-masing Base Kamarmir (46), Kiki Sogarley (16), Sapinang Waitau (76), Risky Kamarmir (1), Tegar Kamarmir (10), Asrul Kamarmir (7), dan Fitria Kamarmir (8). Sementara dua korban meninggal yaitu Johoria Opem (48) dan Naima Sogarley (46).

Muslimin menegaskan tim Basarnas tengah mengevakuasi dua jenazah dan sepuluh orang yang dinyatakan selama di tengah laut. Namun, tujuh penumpang lain belum ditemukan karena terkendala cuaca.

Sementara itu, kapal motor (KM) Samena yang membawa 12 penumpang dari pelabuhan Namlea Kabupaten Buru menuju Ambon juga mengalami nasib nahas. Kapal mengalami kebocoran pada lambung kapal dan tenggelam di Perairan Tanjung Keramat Maluku meski tidak ada korban jiwa.

"Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 05.00 WIT," kata Muslimin melalui pesan singkat pada Sabtu siang.

Muslim menjelaskan 12 penumpang itu antara lain Yani Valentino (50), Marten Soisa (50), Agustinus Saitapy (48), Sadrak Yossph (63), Melvin Yoseph (19), Refelino Walalayo (38), Poli Dereks (50), Anis Dereks (46), Benjamin Kumbangsila (39), Toni Mayau (62), Ishak Yoris (66), dan Yance Ayomi (51).

"Mereka sudah evakuasi selamat menggunakan KP Tanjung Allang milik Polairud Maluku ke pelabuhan Namlea pulau Buru," ujar Muslim.

Sebelum tenggelam, kata Muslimin, nahkoda kapal Yani Valentino memberikan informasi terkait kondisi kapal di tengah laut ke pihak Badarnas setempat.

"Tim gabungan yang menuju ke perairan tersebut menemukan belasan awak kapal tengah berenang dan terapung tanpa pelampung di sekitar perairan Tanjung Keramat pulau Buru," ucapnya. (Sai) (sai/jal)

[Gambas:Video CNN]