460 Ribu Orang Masuk ke Jawa Timur Selama Dua Bulan Terakhir

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 17:15 WIB
Polisi memeriksa kelengkapan dokumen bus jurusan Jakarta-Madura di pos pemeriksaan Terminal Kargo, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (15/5/2020). Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19 di kabupaten Pamekasan meningkatkan pemeriksaan kendaraan dari luar kota, pascakebijakan Kementerian Perhubungan terkait beroperasinya kembali semua moda transportasi per Kamis (7/5/2020) lalu. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/pras. Ilustrasi, Polisi memeriksa kelengkapan dokumen bus jurusan Jakarta-Madura di pos pemeriksaan Terminal Kargo, Pamekasan, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan sebanyak 460 ribu orang telah masuk wilayahnya dalam dua bulan terakhir, atau di tengah pandemi corona.

Demi mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19) dari pemudik, ia menegaskan tempat observasi pun dipersiapkan bagi mereka di kampung-kampung.

"Dari 16 Maret sampai 22 Mei 2020 sudah sekitar 460 ribu [pemudik]. Mereka memang disiapkan tempat observasi di kampung-kampung. Ada 87 persen kelurahan atau desa yang punya ruang observasi. Mereka diobservasi selama 14 hari," ujar Khofifah dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (23/5).


Meski demikian, dia menyadari observasi 14 hari bukan jaminan pemudik aman hingga seterusnya. Oleh karena itu, Khofifah mengimbau para perantau asal Jawa Timur bersilaturahmi secara online daripada mudik.

"Kita berada di episentrum Covid -19 [berisiko] menyebar secara masif maka posisi kita ODR atau orang dengan risiko, ODR kembali ke kampung atau mudik maka potensial menyebarkan siapa saja yang akan kita temui kalau misalnya kita adalah OTG (orang tanpa gejala)," imbuhnya.

Khofifah menyebut angka OTG yang terkonfirmasi positif meningkat. Dia pun mengimbau perantau untuk lebih bersabar dan menahan diri agar tidak pulang dulu ke kampung halaman. Sedangkan untuk yang sudah mudik, dia meminta untuk menjaga suasana tetap kondusif.

"Pandemi Covid-19 masuk ke Jatim dan hari ini penyebarannya masih masif. Oleh karena itu kehati-hatian kita kedisiplinan kita secara berkelanjutan, kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi bagian yang menentukan bahwa kita sehat orang lain sehat," ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Kasus positif terinfeksi virus corona di Jatim pada hari ini kembali bertambah signifikan. Berdasarkan laporan harian Covid-19 Kementerian Kesehatan, terjadi penambahan 466 kasus positif virus corona di wilayah yang dipimpin Khofifah tersebut.

Dengan demikian, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah kenaikan kasus positif virus corona tertinggi dibandingkan 33 provinsi lainnya pada hari ini. Secara kumulatif, jumlah kasus positif virus corona di wilayah itu mencapai 3.595 kasus.

Sementara total kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per Sabtu (23/5) mencapai 21.745 orang. Di antaranya ada total 5.249 orang dinyatakan sembuh, dan sebanyak 1.351 meninggal

"Konfirmasi Covid-19 yang positif naik sebanyak 949 orang, sehingga total jadi 21.745 orang," ujar Jubir pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu.

(els/ard)

[Gambas:Video CNN]