Rika mengatakan, wawancara Siti itu diperkirakan terjadi pada Rabu malam, 20 Mei lalu. Siti saat itu tengah berada di RSPAD Gatot Subroto usai mendapat rekomendasi dari dokter Rutan Pondok Bambu dan persetujuan kepala rutan untuk menjalani pemeriksaan terkait diagnosis asma.
"Berdasarkan keterangan pihak rutan yang telah menelusuri Siti Fadilah sendiri maupun dua petugas rutan yang berjaga, wawancara Siti Fadilah dengan Deddy Corbuzier diperkirakan Rabu malam 20 Mei 2020 antara pukul 21.30 sampai 22.30 WIB," ujar Rika melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya adalah Deddy Corbuzier," katanya.
"Kegiatan liputan dan wawancara itu tidak sesuai dan tidak memenuhi persyaratan yang tercantum pada Peraturan Menkumham," ucap Rika.
Sementara dalam Pasal 30 ayat (3) mengatur bahwa peliputan hanya dapat dilakukan pada hari kerja. Pelaksanaan peliputan juga harus didampingi pegawai pemasyarakatan dan hanya dapat dilakukan jika berkaitan dengan pembinaan narapidana.
Rika mengatakan, saat wawancara Siti tengah menjalani perawatan di ruang Paviliun Kartika kamar 206 RSPAD Gatot Subroto.Siti kemudian mendapat surat keterangan dan rekomendasi dari dokter Iwan Agus Putra agar melakukan kontrol di klinik rutan Pondok Bambu pada 22 Mei 2020, .
Siti lantas dikembalikan ke rutan untuk melakukan rawat jalan di rutan.
"Bahwa Siti Fadilah selama menjalani pidana di rutan Pondok Bambu telah mendapat perawatan kesehatan yang baik dengan tim medis dan fasilitas kesehatan yang disediakan rutan Pondok Bambu, kecuali hal yang harus dirujuk ke RSPAD," ucapnya.
"Hasilnya semua petugas dan warga binaan di rutan Pondok Bambu saat ini dalam kondisi negatif covid," tuturnya.
Dalam konten Youtube diketahui Deddy melakukan tanya jawab dengan Siti. Konten Deddy yang diunggah pada Kamis (21/5) di akun Youtube-nya, diberi judul "SITI FADILAH SEBUAH KONSPIRASI - SAYA DIKORBANKAN (EXCLUSIVE)".
Video berdurasi 25.46 menit itu sampai berita ini ditulis telah disaksikan lebih dari 3 juta orang. Siti Fadilah dalam konten tersebut membicarakan banyak hal, seputar flu burung hingga virus corona.
Dalam salah satu pernyataannya saat menjawab pertanyaan Deddy, Siti menyebut ada kemungkinan virus corona dibuat oleh sekelompok tertentu.
"Mungkin saja. Mungkin China itu korban, Amerika juga korban. Itu perkiraan saya, belum tentu salah belum tentu benar," ujar Siti kepada Deddy. (ain/psp/ain)