Mahfud Minta KSAL Jaga Natuna agar Nelayan Tenang Melaut

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 18:46 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat menyampaikan Keterangan Pers terkait Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi. Jakarta. Kamis (12/12/2019).CNN Indonesia/Andry Novelino Menko Polhukam Mahfud MD meminta KSAL Laksamana Yudo Margono menjaga perairan Natuna agar nelayan tenang saat melaut (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mohammad Mahfud MD meminta kepada Kepala Staf TNI AL (KSAL) yang baru, Laksamana Yudo Margono meningkatkan keamanan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dia ingin kedaulatan Indonesia di Natuna dijaga dengan intensif agar nelayan tak cemas dengan keberadaan kapal asing.

Hal itu ia sampaikan saat menerima Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Fadjar Prasetyo di Kantor Menko Polhukam pada Selasa (26/5).

"Saya berpesan agar TNI AL memperhatikan keamanan aktivitas nelayan-nelayan kita di Natuna, dan agar KSAL baru terus mencari terobosan dan kreativitas dalam upaya mempertahankan kedaulatan di laut," ujar Mahfud dalam keterangan resminya, Selasa (26/5).
Diketahui, sengketa laut antara Indonesia dan China sempat memanas di perairan Natuna Utara. Puluhan kapal-kapal nelayan China yang dikawal pasukan penjaga pantai dan kapal perang fregat berlayar di perairan dekat Natuna, Kepulauan Riau, pada akhir Desember 2019 lalu.


TNI AU sempat mengirim 4 pesawat tempur F-16 ke Natuna untuk melakukan patroli. Bahkan, Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri dan pejabat negara juga sempat berkunjung ke Natuna saat patroli TNI dan kapal-kapal China bersitegang.

Selain kepada Yudo, Mahfud turut berpesan pada Fadjar untuk memperkuat pengamanan wilayah udara di perbatasan Indonesia. Meski terdapat pelbagai keterbatasan, Mahfud meminta agar TNI AI tak mengendurkan daya juga menjaga wilayah udara NKRI.

"Sungguh butuh pengabdian tinggi untuk dapat menjaga kedaulatan di udara. Harapan saya TNI AU tetap menjaga daya juang," jelas Mahfud.
Menko Polhukam menilai KSAL dan KSAU yang baru berpengalaman dalam menjaga wilayah. Menurutnya, pemilihan Laksamana Yudo Margono dan Marsekal Fadjar Prasetyo sudah tepat.

Yudo sebelumnya pernah menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I. Sementara Fadjar sebelumnya menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II.

Yudo dan Fadjar dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu lalu (20/5). Yudo menggantikan Laksamana Siwi Sukma Adji yang masuk masa pensiun Mei 2020, sementara Fadjar menggantikan Marsekal Yuyu Sutrisna yang masuk masa pensiun Juni 2020.
(rzr/bmw)

[Gambas:Video CNN]