Titik Pemeriksaan Arus Balik Dikawal Polisi Bersenjata

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 16:36 WIB
Petugas gabungan (TNI, Polisi, Satpol PP) melakukan pengecekan surat izin keluar masuk (SIKM)  Jakarta bagi pengendara motor dan mobil di check point Lampiri, Jakarta Timur, Rabu, 27 Mei 2020. Bagi pengendara mobil maupun motor yang ber-plat diluar Jabodetabek dan tak dapat menunjukkan SIKM diwajibkan memutar balik kendaraan. CNNIndonesia/Safir Makki Pengecekan pengedara dari luar Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas kepolisian bersenjata lengkap disiagakan di titik pemeriksaan atau check point arus balik di Jakarta Timur. Petugas gabungan diketahui melakukan pemeriksaan pengendara dari luar Jakarta untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Suhli mengatakan hal tersebut dilakukan semata-mata untuk berjaga-jaga.

Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut mengenai potensi ancaman yang ada. Yang jelas senjata merupakan alat kelengkapan yang menempel terus pada personel.


"Itu organik, enggak apa-apa. Itu organik melekat ke anggota. Itu kalau sudah punya organik tidak boleh disimpan di rumah, harus menempel. Untuk jaga-jaga saja, untuk kelengkapan. Kan kita antisipasi juga kalau ada yang neror dan lain-lain," kata Suhli kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/5).


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di check point Lampiri, Jakarta Timur, terlihat empat polisi bersenjata mendampingi petugas lain yang melakukan pengecekan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta pengendara.

Petugas yang terdiri dari Polri, TNI, dan Satpol PP itu melakukan pengecekan terhadap KTP dan SIKM pengendara yang nomor kendaraannya bukan berplat B.

Pada pukul 09.00 WIB, setidaknya sejumlah pengendara roda dua dan empat yang diminta putar balik karena tidak membawa SIKM lantaran KTP mereka bukan Jabodetabek.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah menegaskan bahwa masyarakat luar Jabodetabek tidak bisa memasuki wilayah ibu kota jika tidak memiliki SIKM.


Sementara itu, Pemerintah mengerahkan aparat TNI-Polri di empat provinsi guna menyiapkan kedisiplinan masyarakat menyongsong tatanan hidup baru alias new normal selama pandemi virus corona (Covid-19).

Setidaknya terdapat 1.800 titik yang akan menjadi objek pendisiplinan protokol kesehatan. Titik-titik itu tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kegiatan ini dinamakan pendisiplinan protokol kesehatan. Sekitar 340 ribu personel diterjunkan dalam kegiatan kali ini.

"Pendisiplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan seperti yang disampaikan Bapak Presiden adalah empat provinsi dan 25 kabupaten/ kota. Objeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, pasar-pasar rakyat, kemudian tempat pariwisata," kata Hadi. (ryn/osc)

[Gambas:Video CNN]