Masyarakat yang tak patuh, kata dia, tak akan ditindak aparat melainkan akan diserahkan pada petugas keamanan atau sekuriti yang berjaga.
"Ketika masyarakat yang ngeyel atau tidak mau patuh, aparat keamanan akan menyerahkan kepada security. [Misalnya] apakah di pasar atau tempat tertentu," ujar Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang potensi [keributan] kemungkinan besar timbul. Tapi panglima menekankan pendekatan persuasif, komunikatif, termasuk dari aparat polisi," ucap Doni.
"Ketegangan mudah-mudahan tidak terjadi, semua sabar, bisa menahan diri, jangan hanya persoalan sepele kemudian menunjukkan ketegangan. Kita tunjukkan sebagai bangsa besar, menghargai aturan, masyarakat bersatu," lanjut Doni.
Nantinya di tempat-tempat umum tersebut, akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Apabila melebihi 37,5 derajat Celsius, tak diberi izin untuk masuk.
"Akan ada tahapan pemeriksaan awal, diukur temperatur tubuhnya," tutur Doni.
Doni telah menyampaikan bahwa kehadiran aparat TNI/Polri itu bukan untuk menakuti masyarakat. Namun aparat itu hanya akan mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. (pris/bac)