Sumsel Tanpa Zona Hijau Corona, Kepri Capai Ratusan Kasus

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 22:38 WIB
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap di ruang perawatan pasien COVID-19 yang baru saja diluncurkan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia per Kamis (30/4) secara kumulatif mencapai 10.118 orang atau bertambah sebanyak 347 kasus dari hari sebelumnya, sementara jumlah pasien sembuh mencapai 1.522 orang dan jumlah pasien meninggal sebanyak 792 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Ilustrasi penanganan kasus Corona. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Palembang, CNN Indonesia -- Sebanyak 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan telah terpapar Covid-19 per Rabu (27/5). Sementara, Kepulauan Riau mencatatkan ratusan kasus positif.

Kepala Seksi Imunisasi dan Surveillance Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengatakan saat ini terdapat 915 kasus konfirmasi positif Virus Corona, dengan penambahan terbaru 47 orang.

Palembang merupakan daerah terbanyak kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan jumlah 520 orang. Palembang beserta empat daerah lain yakni Kota Prabumulih, Banyuasin, Lubuklinggau, dan Ogan Komering Ulu (OKU) telah ditetapkan sebagai zona merah.


Sementara 12 daerah lainnya yakni Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Pagaralam, OKU Timur, OKU Selatan, Empat Lawang, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merupakan zona kuning.

Satu konfirmasi positif virus corona di PALI, pada Selasa (26/5), menjadikan tak ada lagi daerah yang terbebas dari paparan Covid-19 di Sumsel.

"Dari total 915 kasus positif, 70 persen klaster masyarakat umum, 20 persen tenaga medis, sedangkan 10 persennya kasus impor dari Jawa Barat. Dari jumlah itu juga 80 persen-nya merupakan orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan isolasi mandiri dan 20 persennya mendapatkan perawatan di rumah sakit," ujar Yusri.

Infografis Aturan New Normal Ritel dari KemenkesFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Terlepas dari itu, dia menyebut tingkat kematian pasien Covid-19 Sumsel masih di bawah nasional, yakni 3,2 persen dengan jumlah 28 orang. Sementara, persentase pasien sembuh sebesar 13,5 persen dengan jumlah 117 orang.

Sumsel saat ini terkendala dalam kecepatan tes sampel swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Total terdapat 3.276 sampel yang ada di BBLK Palembang, sebanyak 1.979 sampel atau 61 persen diantaranya masih dalam proses pemeriksaan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yuwono mengatakan, kapasitas tes swab di BBLK Palembang per harinya mencapai 400. Sementara sampel baru yang masuk per harinya mencapai 800 atau dua kali lipat dari kapasitas pemeriksaan. Sehingga pemeriksaan diprioritaskan terhadap sampel yang lebih dahulu masuk ke BBLK.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap kenaikan jumlah kasus konfirmasi positif yang terus meningkat.

"Untuk sekedar informasi, dari 11 ribu spesimen swab di BBLK Palembang, 8.000 dari Sumsel. Sebanyak 3.000 lainnya dari provinsi lain di Sumbagsel [Sumatera Bagian Selatan]. Angka kita tinggi karena target kita memang melakukan tracing dengan gencar supaya pemerintah bisa melakukan kebijakan yang tepat," ujar Deru.

Terpisah, jumlah kasus positif Corona di Kepulauan Riau (Kepri), per Rabu (27/5), mencapai 145 orang. Kasus tertinggi berada di Batam dengan 109 orang atau bertambah 13 kasus dari hari sebelumnya.

Insert Artikel Pembatasan Kegiatan Saat PSBBFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Isdianto, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, menyebut kasus Covid-19 itu tersebar di Kota Batam (109 kasus), Tanjungpinang 27 kasus, Kabupaten Tanjungbalai Karimun (5 kasus), dan Bintan (4 kasus).

"Untuk di Batam, data itu belum termasuk dengan kasus yang dirawat di RS Galang, ada sebanyak 29 kasus," kata dia.

Dari total 109 kasus positif covid-19 di Batam, 36 orang masih menjalani perawatan. Sedangkan, 29 orang menjalani karantina, 35 orang dinyatakan sembuh dan 9 orang meninggal dunia.

"Sementara itu, untuk jumlah PDP di Batam sebanyak 437 orang, ODP sebanyak 3.787 orang dan OTG sebanyak 3.896 orang," lanjut Isdianto.

(idz/dek/arh)

[Gambas:Video CNN]