Kasus Covid di Jatim Tinggi, Rumah Sakit Darurat Dioperasikan

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 18:03 WIB
Petugas medis dari Rumah Sunat dr Mahdian menjelaskan prosedur khitan di rumah pasien di Gaga, Ciledug, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/5/2020). Selama masa pandemi COVID-19 penyedia layanan khitan tersebut melakukan praktik langsung ke rumah pasien dengan menggunakan standar alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona. ziel 8thn, siswa kelas 2 sd, orang tua awalnya sempet ragu dengan keinginan anak untuk sunat dimasa pandemi corona. sehingga rencana awal setelah lebaran dengan pikiran wabah telah usai, tapi melihat penyebaran penyakit covid-19 makin panjang akhirny makin parah keluarga mempercepat jadwal, setelah sebelumnya menanyakan prosedur dan keamanan. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) Ilustrasi penanganan pasien corona. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Khusus Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) saat ini mulai mengoperasionalkan Rumah Sakit Darurat Covid-19. Hal itu dilakukan menyusul kenaikan jumlah kasus positif virus corona di Jatim yang belakangan terus melonjak setiap hari.

Lonjakan kasus corona itu kini membuat Jatim salah satu daerah yang menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Di beberapa provinsi yang angkanya meningkat memang menjadi fokus perhatian kita. Seperti Jatim misalnya, sudah mulai diopersionalkan rumah sakit darurat Covid-19," ujar Yuri dalam konferensi yang disiarkan langsung dari Gedung BNPB, Kamis (28/5).


Namun demikian Yuri tak menjelaskan lebih lanjut, berapa jumlah pasien di Jatim yang kini tengah dirawat di rumah sakit darurat tersebut. Ia hanya mengatakan pemerintah akan terus menambah jumlah tempat tidur sebagai antisipasi lonjakan pasien.


Belum lama, kata dia, pemerintah juga telah mengirimkan dua mobil ke Jatim berisi peralatan dan perlengkapan untuk pemeriksaan laboratorium lewat Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Dan kemarin juga dikirimkan dua mobil untuk membantu pelaksanaan pemeriksaan laboratorium dengan PCR. Ini yang menjadi atensi kita," kata dia.

Yuri mengaku memaklumi tingginya lonjakan kasus yang hingga kini masih terjadi di sejumlah daerah, meski DKI Jakarta terus mencatatkan tren penurunan. Hal itu, kata Yuri, disebabkan oleh dinamika sosial yang berbeda antar wilayah.


Selain itu, Yuri juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan guna menahan laju penyebaran virus corona. Apalagi pemerintah saat ini juga mulai berencana untuk menormalisasi aktifitas warga lewat konsep the new normal.

"Bukan hanya ekonomi, tapi juga pendidikan, sekolah, kampus. Bagaimana beribadah di rumah ibadah, kita kembalikan. Tentunya ini bergantung pada kondisi epidemiologi," ujarnya. (thr/osc)

[Gambas:Video CNN]