Basarnas Tutup Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Maluku

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 22:50 WIB
Warga berada di atas perahu nelayan yang tenggelam di perairan Plawangan Puger, Jember, Jawa Timur, Kamis (19/7). Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, tujuh ABK hilang, sembilan ABK selamat akibat perahu tenggelam dihantam gelombang besar. ANTARA FOTO/Seno/foc/18. Ilustrasi kapal tenggelam. Hingga hari terakhir pencarian, Basarnas tak juga menemukan tanda tiga korban KM Selgabadan yang hilang akibat kapal tenggelam di Kepulauan Aru, Maluku. (ANTARA FOTO/Seno)
Ambon, CNN Indonesia -- Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon, Jumat (29/5), menutup operasi pencarian tiga penumpang kapal motor (KM) Selgabadan Kamar Jaya yang tenggelam di perairan Trangan, Kepulauan Aru, Maluku, pekan lalu.

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan tiga penumpang korban kapal tenggelam, yakni Kiki Sogalrey (16), Risky Kamarmir (1), dan Fitria Kamarmir (8), belum ditemukan setelah pencarian selama tujuh hari di perairan Maluku.

Ia mengatakan, per Jumat (29/5) atau hari terakhir pencarian, pihaknya belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan tiga korban tersebut di perairan Pulau Trangan, Kepulauan Aru.


"Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban dan instansi terkait maka operasi SAR dinyatakan ditutup," kata Muslimin, Jumat (29/5) malam.


Namun ia menyebut akan tetap melakukan pemantauan dan pemapelan. Bila ada tanda yang menjurus pada tiga korban, maka pihaknya akan membuka kembali operasi pencarian.

Kapal motor (KM) Selgabadan Kamar Jaya dilaporkan tenggelam di perairan pulau Trangan, Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu (23/5).

Kapal itu diketahui membawa sekitar 19 penumpang mudik dari pelabuhan Dobo menuju Desa Batugoyang. Kapal dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter itu bertolak dari pelabuhan Dobo pada Jumat (22/5) pukul 22.00 WIT dan rencana tiba Sabtu (23/5) pagi di Desa Batugoyang.

Namun di tengah perjalanan, ombak besar menghantam hingga kapal itu karam. Kala itu, sebanyak 10 penumpang selamat, dua meninggal, dan tujuh masih dalam pencarian.

Nakhoda kapal, Yani Valentino sempat memberikan informasi terkait kondisi kapal di tengah laut kepada pihak Basarnas setempat.


Tim gabungan yang tiba di perairan pulau Trangan menemukan belasan awak kapal tengah berenang dan terapung tanpa pelampung.

Korban selamat antara lain Ahmad Kamarmir (17), Muhamad Yusuf Opem (72), Jamalia Kamarmir (17), Har Lamani Kamarmir (60, Larapi Laopa (70), Said Kamarmir (45), Hasan Opem (14), Rany Sogalrey (10), Absa Kamarmir (40), dan Suwinto (25).

Sedangkan korban hilang kala itu diketahui bernama Base Kamarmir (46), Kiki Sogalrey (16), Sapinang Waitau (76), Risky Kamarmir (1), Tegar Kamarmir (7), dan Fitria Kamarmir (8). Sementara dua korban meninggal diketahui bernama Joharia Opem (48), dan Naima Sogalrey (46).

Saat itu, tim Basarnas tengah mengevakuasi dua jenazah dan sepuluh orang yang selamat namun tujuh penumpang belum ditemukan karena terkendela cuaca.

Setelah melakukan pencarian, Sabtu (23/5), Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon menemukan empat jenazah, yakni Base Kamarmir (46), Sapinang Waitau (76), Tegar Kamarmir (10) dan Asrul Kamarmir (7). Keempat jenazah langsung dievakuasi ke Desa Batugoyang pulau Trangan, Kepulauan Aru. (sai/end)

[Gambas:Video CNN]