Imam mengatakan, pemerintah harus menjelaskan dengan rinci agar penerapan new normal ini tak disalahpahami oleh masyarakat. Dalam hal ini, jangan sampai masyarakat mengira bahwa semua masjid berhak menerapkan sistem new normal.
"Keterangan yang jelas, jangan sampai disalahpahami lagi di masyarakat. Penerapan new normal ini berlangsung khususnya di kawasan yang kemarin merah," kata Imam saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Minggu (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Imam mengaku wacana pembukaan kembali rumah ibadah ini tentu sangat disambut antusias oleh masyarakat. Apalagi kegiatan beribadah di rumah ibadah memang sudah lama tak dilakukan.
Terlebih, ia mengingatkan selama ini banyak umat dan pendudukan yang tidak puas dengan keputusan pemerintah. Sebab, selama tempat ibadah diutup, banyak tempat 'nongkrong' tetap dibuka.
"Selama ini, mereka (umat) juga menyaksikan ketimpangan. Pada waktu yang sama, tempat pasar dan bazzar dibuka luas tanpa ada protokol, pemerintah diam saja," kata dia. (tst/sfr)