PSBB Tak Halangi Warga Olahraga di GBK

CNN Indonesia | Senin, 01/06/2020 12:56 WIB
Penggemar roller skate sedang melakukan latihan rutin di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 19 Januari 2020. Roller skate mulai kembali menjadi tren saat ini setelah sebelumnya sempat berkembang pesat di era 90an. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga memanfaatkan libur Hari Pancasila pada Senin (1/6) untuk berolahraga. Salah satunya di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih diberlakukan Pemda DKI Jakarta tak menghalangi minat masyarakat untuk "mencari keringat" bersama rekan atau keluarganya di tempat itu.

Ada yang datang untuk tujuan bersepeda, bermain sepatu roda, senam, sekadar jogging, berjalan santai atau berfoto. Namun, ada yang berbeda dibandingkan hari biasa; setiap orang mengenakan masker dan menjaga jarak dengan rombongan lain.


Akses masuk menuju kompleks juga hanya dibuka dari pintu sebelah barat, Jalan Asia Afrika. Rata-rata pengunjung memarkirkan kendaraan di GBK Arena, yang berlokasi di samping Hotel Mulya, belakang gedung DPR/MPR.

Rully (36), salah satu pengunjung asal Ciputat, Tangerang Selatan, misalnya, datang sekitar pukul 07.30 WIB bersama istri dan anaknya untuk bersepeda. Ini pertama kalinya ia kembali ke GBK sejak pengelola membatasi akses mobil dan motor ke dalam kompleks sejak penyebaran virus corona.

Sebelum pandemi, aktivitas olahraga di tempat ini cukup rutin ia lakukan seminggu sekali. Jelang new normal, ia mengaku ingin melanjutkan kembali kebiasaan tersebut bersama keluarganya.

"Baru tahu kalau masih bisa masuk. Parkir di samping Hotel Mulya dan sepedaan ke sini. Mumpung masih libur, daripada di rumah enggak enggak olahraga," ucap Rully.

Sementara Rudi, pengunjung lain asal Cikini, Jakarta Pusat, mengaku masih rutin berolahraga di GBK selama PSBB. Kadang aktifitas itu ia lakukan bersama rekan satu kantornya, tapi seringkali hanya sendiri.

"Kadang pagi, kadang sore. Karena WFH jadi lebih fleksibel kerjanya, jadi bisa disambi lari di sini," tuturnya

Dibandingkan hari-hari libur sebelum PSBB diberlakukan, aktivitas warga di GBK memang sepi bahkan nyaris tak dikunjungi warga sama sekali.

Pantauan Cnnindonesia.com , kawasan ini mulai ramai sekitar pukul 07.30 hingga pukul 09.30 WIB. Setelahnya, hanya satu-dua pengunjung yang datang dan sisanya mulai meninggalkan komplek GBK.

Petugas keamanan juga memperketat akses keluar masuk warga dengan melakukan pemeriksaan suhu di pintu masuk. Setiap orang diwajibkan mencuci tangan westfel yang sudah disediakan, sementara yang berkunjung secara rombongan diminta untuk mengisi data diri.

Mobil patroli GBK berkeliling tiap dua jam sekali. Adapun di pujasera, pengelola mengurangi kursi agar tiap pengunjung tetap menjaga jarak saat istirahat.

Sugeng, salah satu penjaja kuliner GBK mengaku mengalami penurunan pendapatan lantaran kompleks olahraga terpadu di Jakarta itu ditutup untuk berbagai event. Buka sejak pukul 07.00 hingga 18.00 WIB ia hanya meraup untung sekitar Rp100-150 ribu per hari.

Ia berharap komplek tersebut kembali dibuka seperti biasa saat new normal dan lebih banyak lagi warga kembali ke GBK untuk berolahraga. "Sore memang agak ramai, tapi, ya kalau hari libur aja. Orang juga ke sini kan bawa minum sendiri, jarang beli," keluhnya. (hrf/agt)