Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi meminta pemerintah mengantisipasi PHK terjadi secara luas, mengingat era new normal akan membatasi aktivitas masyarakat.
"Mengingat new normal ada pembatasan orang dalam beraktivitas sebagai konsekuensi jaga jarak, maka dikhawatirkan akan terjadi pengurangan tenaga pekerja yang berimbas pada PHK, karena itu negara harus hadir melindungi pekerja dan jangan sampai PHK meluas," kata sosok yang akrab disapa Awiek dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Awiek memandang diperlukan regulasi untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam dunia usaha mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan yakni jaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan.
Diketahui, pemerintah bersiap menjalankan new normal di tengah pandemi virus corona. Untuk itu, saat ini pemerintah mulai menyusun skenario pelonggaran PSBB sebelum menjalankan new normal.
Ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Iwan Ariawan menilai masih perlu waktu lagi untuk mulai menerapkan relaksasi. Sebab ia menjelaskan, saat ini tingkat kecepatan penularan kini belum sepenuhnya menurun.
Iwan mula-mula menerangkan dengan menggunakan data Jakarta--episentrum virus corona--sebagai contoh.
"Apakah Jakarta sudah aman? Kan Jakarta ini kelihatan, bagus ini ya, mungkin dua minggu lagi makin turun. Tapi kita mesti ingat, virus ini nggak kenal batas kabupaten dan kota, dia [virus] akan menyebar sesuai orang yang bergerak," terang Iwan dalam diskusi daring bertolok pada data yang dihimpun dari Google Mobility pengguna android, Kamis (28/5). (ain/mts/ain)