Warga Surabaya Berdesakan Ikut Rapid Test BIN

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 15:59 WIB
Warga Surabaya antre berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, dan penggunaan masker, saat mengikuti rapid test yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (4/6). Warga Surabaya antre berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti rapid test yang diadakan BIN, Kamis (4/6). (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Warga Surabaya antre dan berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti rapid test dan tes swab massal yang digelar oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Terminal Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. 

Ratusan orang yang mengantre tidak menerapkan physical distancing dan sejumlah orang tampak tidak mengenakan masker. Salah satu peserta tes mengaku terpaksa berdesakan, sebab tak ingin antrean tesnya diserobot oleh warga yang lain.

"Engko dijupuk uwong, engko dijupuk uwong (nanti diambil orang). Kalau jaga jarak diserobot, masuk di sela-sela," kata salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, Kamis (4/6).


Warga Surabaya antre berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, dan penggunaan masker, saat mengikuti rapid test yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (4/6).Warga Surabaya berdesakan mengikuti rapid test, Kamis (4/6). (CNN Indonesia/Farid)
Camat Sukolilo, Amalia Kurniawati mengatakan bahwa petugas sudah berkali-kali mengingatkan warga agar mengantre dengan tertib dan menjaga jarak.

"Mereka tadinya sudah sampai di sini, sudah kita arahkan, separuh kita suruh duduk dulu, ini kita arahkan, tapi mereka tetap seperti ini. Padahal sudah diarahkan physical distancing," ujar Amalia, kepada CNNIndonesia.com, ditemui di lokasi.

Amalia bahkan turun langsung mengingatkan  warga yang bergerombol. Namun peringatan itu tetap tidak diindahkan. Masyarakat enggan beranjak dari antreannya sedikitpun.

Rapid dan swab tes massal yang digelar BIN bersama Pemerintah Kota Surabaya, hari ini, digelar di Terminal Keputih, Kecamatan Sukolilo Surabaya. Kuota tes yang disediakan berkisar antara 800 sampai 1.000.

Tes diperuntukkan bagi warga di Kelurahan Keputih dan warga kelurahan-kelurahan lain di sekitarnya. Selain itu ada pula sejumlah perangkat daerah yang mengikuti tes.

Bagi warga yang hasil rapid test reaktif akan dilakukan swab tes yang hasilnya keluar 1 sampai 2 hari ke depan. Hasil swab sendiri akan diumumkan melalui puskesmas setempat.

CNNIndonesia.com telah berupaya mengonfirmasi perihal kerumunan warga tersebut kepada pihak BIN yakni Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari. Namun yang bersangkutan belum memberikan respons. (frd/wis)

[Gambas:Video CNN]