"Tiga berhasil diamankan, kemudian dua dengan tindakan tegas dan terukur saat ditangkap mengeluarkan senjata api dan mencoba melawan dan melumpuhkan petugas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (5/6).
Yusri menjelaskan bahwa tersangka yang ditembak merupakan kepala kelompok dengan inisial RH. Pelaku lain yang ditembak yakni MS, yang merupakan eksekutor aksi. Keduanya tewas saat sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit usai ditembak oleh petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusri mengatakan 6 pelaku itu dijuluki sebagai kelompok AKAP atau Antar Kota Antar Provinsi. Oleh karena itu, Yusri menduga komplotan AKAP tidak hanya beraksi di Jakarta, tetapi juga di daerah lain.
"Kelompok ini ramai dinamakan kelompok AKAP, makanya kami akan mendalami karena 4 TKP ini ada di Jakarta," kata Yusri.
"Jadi mereka sudah siap, supirnya menunggu disana. Masuk mereka belanja, melihat situasi aman dan beraksi di situ. Meminta pegawai minimarket untuk membongkar brankas dan kemudian mengambil isinya," jelas Yusri.
Saat melakukan penangkapan terhadap para tersangka di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, pihak kepolisian mengamankan satu buah senjata api rakitan, air softgun, senjata tajam dan empat kendaraan roda dua yang diduga hasil dari pencurian juga.
"Ada indikasi kemungkinan mereka juga bermain di curanmor. Karena empat kendaraan itu bodong, masih kami dalami lagi," kata Yusri.
Para pelaku pun akan dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum soal pencurian dengan pemberatan dengan ancaman penjara sekitar 12 tahun.
"Apakah pernah melakukan di Provinsi lain, ini akan kami koordinasikan dengan Polda lain," pungkas dia.
Yusri mengatakan bahwa penyidik masih mendalami kasus kasus tersebut sehingga belum dapat diketahui pasti jumlah nilai total dari kerugian empat minimarket yang digasak.