4 Warga Gubeng Reaktif di Tes Massal Usai 3 Kasus Meninggal

CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 00:00 WIB
Petugas medis bersiap melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Pasar Sore Manukan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Tes diagnostik cepat terhadap sejumlah pedagang di pasar itu guna mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj. Foto ilustrasi. Petugas tengah melakukan rapid test terhadap salah satu warga di Surabaya. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Puluhan warga di kawasan Jalan Gubeng Kertajaya IX G, Kota Surabaya, Jawa Timur, menjalani rapid test secara massal setelah kematian tiga anggota keluarga di permukiman tersebut. Empat di antaranya dinyatakan reaktif alias positif versi tes cepat.

"Sebagai upaya antisipasi, kami melakukan rapid test di kawasan itu," kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser di Surabaya, Sabtu (6/6) dikutip dari Antara.

Pemeriksaan itu, lanjut Fikser, dilakukan terhadap 69 orang di kawasan Jalan Gubeng. Hasilnya, empat orang reaktif alias terindikasi tertular Virus Corona.


Dinas Kesehatan Surabaya, kata dia, sudah melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan tes usap atau swab pada empat orang tersebut. Hasilnya belum diketahui.

Sebelumnya, tiga orang yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak perempuan yang sedang mengandung meninggal dunia di permukiman warga di kawasan Jalan Gubeng.

Menurut Fikser, dua orang dalam keluarga itu terindikasi tertular virus corona dalam pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat dan kemudian menjalani tes swab. Namun keduanya meninggal dunia sebelum hasil pemeriksaan lanjutan keluar.

Wanita 61 tahun dalam keluarga itu dibawa ke Rumah Sakit RKZ Surabaya pada 24 Mei karena sakit dan kemudian menjalani rawat jalan. Hasil tes cepat menunjukkan perempuan itu tidak terindikasi tertular Corona.

Selanjutnya, laki-laki 68 tahun dalam keluarga itu mengalami sesak nafas sehingga dibawa ke RSI Jemursari pada 29 Mei. Dua orang yang merupakan ayah dan ibu dalam keluarga tersebut kemudian menjalani isolasi di rumah sakit dan meninggal dunia saat menjalani isolasi.

Seorang anak perempuan mereka yang sedang mengandung dinyatakan positif tertular Covid-19 pada 26 Mei dan menjalani perawatan di RS PHC Surabaya. Dia meninggal dunia pada 31 Mei, atau sehari setelah operasi untuk mengeluarkan janinnya.

(Antara/bac)

[Gambas:Video CNN]