Ratusan Karyawan PDAM Surabaya Jalani Rapid Test Covid-19

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 20:15 WIB
Warga Surabaya antre berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing, dan penggunaan masker, saat mengikuti rapid test yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (4/6). Warga Surabaya berdesakan tanpa menerapkan protokol kesehatan saat mengikuti rapid test yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (4/6). (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya menyatakan telah memeriksa ratusan karyawannya, setelah direktur utama dan dua orang karyawannya diduga terinfeksi virus corona (Covid-19).

Hal itu diungkapkan oleh Manager Humas PDAM Surya Sembada Surabaya, Adi Nugroho. Ia menyebut setidaknya sudah 300 karyawan yang menjalani rapid test.


"Begitu ada berita itu kami langsung mengecek. Sampai saat ini 300 karyawan yang di-rapid test," kata Adi, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (6/6).


Berdasarkan hasil rapid test sementara tersebut, ke-300 karyawan PDAM Surabaya dinyatakan non-reaktif atau negatif Covid-19. Pemeriksaan pun, kata dia, masih akan terus berlanjut ke sejumlah karyawan lainnya.

"Semua dipastikan non-reaktif dan kami selalu koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," ujar Adi.

Adi mengatakan seluruh pelayanan tidak akan terganggu. Ia juga menegaskan bahwa air PDAM Surabaya, tetap aman dikonsumsi oleh masyarakat.


"Kami pastikan pelayanan kami tidak terganggu dengan berita-berita seperti ini, air kami tetap aman diminum. Karena sebelum kami salurkan ke pelanggan airnya melewati uji klinis jadi aman diminum," ujarnya.

Lebih lanjut, Adi mengatakan saat ini kondisi Dirut PDAM Surabaya, Mujiaman dalam keadaan baik. Dia tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Mujiaman menjalani isolasi mandiri setelah sopir pribadinya, Edy Waluyo, meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan Surabaya pada 28 Mei akibat radang paru-paru.

Namun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menduga bahwa Edy memiliki gejala klinis yang sama dengan virus corona.


Selain Mujiaman, seorang karyawan PDAM lainnya, tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Surabaya. Ia masih menunggu hasil uji pemeriksaan lanjutan. (frd/pmg)

[Gambas:Video CNN]