BREAKING NEWS

PSBB Surabaya Raya Dihentikan, Lanjut Masa Transisi

CNN Indonesia | Senin, 08/06/2020 19:55 WIB
Petugas melakukan penyekatan di pos pemeriksaan Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/5/2020). Pada hari terakhir pelaksanaan PSBB tahap kedua Surabaya yang bertepatan dengan hari kedua Idul Fitri 1441 H, petugas gabungan meminta sejumlah pengendara yang akan masuk Kota Surabaya untuk berputar balik disebabkan tidak mengenakan masker, melebihi jumlah 50 persen kapasitas penumpang kendaraan bermotor dan tidak mempunyai urusan penting atau mendesak. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj. PSBB di Surabaya Raya dihentikan dan akan dilanjutkan ke masa transisi. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya Raya, meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik dihentikan. Selanjutnya akan diberlakukan masa transisi untuk menekan laju corona.

Keputusan itu disepakati usai Pemerintah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik menggelar rapat evaluasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

"Sore tadi Bu gubernur, Pak Pangdam dan Kapolda dan pimpinan daerah Surabaya Raya telah mengambil langkah-langkah, bahwa PSBB tidak dilanjutkan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Senin (8/6) di Surabaya usai rapat.


Selanjutnya akan ada mas transisi di tiga wilayah tersebut. Masa transisi akan berlangsung selama 14 hari. Masa transisi itu akan disahkan dalam bentuk peraturan wali kota dan peraturan bupati.

"Ruhnya adalah masa transisi, masa transisinya tadi sudah diputuskan selama 14 hari," ujar Heru.

PSBB di tiga wilayah itu sudah berjalan selama tiga tahap. Pelaksanaan PSBB terakhir dilakukan pada 26 Mei hingga 8 Juni 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik mengusulkan agar pelaksanaan PSBB tak diperpanjang lagi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu pertimbangan pihaknya mengusulkan tak memperpanjang PSBB.

Kemudian Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga mengusulkan mengakhiri pelaksanaan kebijakan tersebut dan memulai masa transisi menuju fase normal baru.

Tak berbeda jauh, pelaksana tugas Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin juga mengusulkan penghentian pelaksanaan kebijakan tersebut.

Namun, rencana melonggarkan PSBB Surabaya Raya mendapat kritik dari Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo.

Windhu menyebut pelonggaran PSBB Surabaya Raya bukan pilihan tepat, lantara sejak awal pelaksanaan PSBB itu tak efektif. Ketidakefektifan pelaksanaan PSBB Surabaya Raya salah satunya bisa dilihat dari jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik terus meningkat.

Berdasarkan data dari masing-masing gugus tugas daerah per Minggu (7/6), kasus positif Covid-19 di Surabaya mencapai 3.124, Sidoarjo 755 kasus dan Gresik 214 kasus. Kota Surabaya menjadi penyumbang terbanyak kasus positif di Jawa Timur. (frd/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK