"Masalah yang kita hadapi adalah sekelompok orang yang terus melakukan berita hoaks dan membuat masyarakat jadi bimbang," ujarnya melalui siaran BNPB, Rabu (10/6).
Nurdin mengatakan ada hoaks yang menyatakan bahwa virus corona adalah media sebagian kalangan untuk memperkaya diri. Akibatnya, ada kalangan di masyarakat yang terpengaruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data pemerintah pusat, kasus positif virus corona di Sulsel per 9 Juni adalah 2.194. Sebanyak 704 di antaranya sembuh dan 97 meninggal dunia.
"Tinggal tiga itu (Makassar, Pare, Maros) yang masih ada transmisi lokal, yang betul-betul hijau itu Toraja Utara," kata Nurdin.
Dalam kesempatan yang sama, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Sulawesi Tengah berharap pemerintah daerah membuat peraturan yang lebih tegas. Tentu agar masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan.
Dengan demikian, informasi palsu akan terkikis dengan sendirinya dan masyarakat mematuhi aturan pemerintah daerah. Penularan virus corona pun bisa ditekan dengan optimal.
"Saya sepakat bahwa kita butuh regulasi yang tegas untuk men-trigger masyarakat sehingga ini (pakai masker dan menghindari kerumunan) menjadi kebiasaan baru," ujarnya.