RK Minta Tes Massal Covid-19 di Pasar Jabar Dikawal TNI-Polri

CNN Indonesia | Sabtu, 13/06/2020 22:31 WIB
Personel TNI memberikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak di AEON Mall, Tangerang, Banten, Jumat (29/5/2020). Sejumlah aturan protokol kesehatan penyebaran COVID-19 diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. Ilustrasi TNI kawal tes risiko infeksi virus corona. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Bandung, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap insiden pengusiran tim Covid-19 di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Rabu (10/6) lalu tidak terulang. Oleh karenanya, ia meminta TNI dan Polri untuk mengawal tim Covid-19 dalam melaksanakan pengetesan massal di pasar.


"Kami tadi rapatkan juga dengan Pak Kapolda dan Pak Pangdam. Melihat polanya, setelah diteliti itu bukan karena penolakan tapi ada kekhawatiran (dalam diri pedagang) yang belum tersosialisasikan dengan baik," kata Emil di Bandung, Jumat (12/6).

Sebelumnya, insiden pengusiran di Pasar Cileungsi viral di media sosial. Pedagang menolak melakukan rapid test lantaran hasil tes cepat yang beredar pekan lalu, membuat pasar sepi.


Emil menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI agar situasi tersebut tidak terulang.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI untuk mengawal pengetesan ini, sehingga tidak ada penolakan di masyarakat karena kurang sosialisasi," ucapnya.
 
Secara keseluruhan, Pemprov Jabar menargetkan pedagang di 700 pasar yang tersebar untuk melakukan pengetesan Covid-19. Hal itu bertujuan agar pasar aman dari penyebaran virus.

"Total 700 pasar yang akan kami lakukan pengetesan, sehingga tidak ada pedagang pasar yang terkena dan mengakibatkan kerugian berupa penutupan pasar dalam waktu yang tidak ditentukan," ujar Emil.


Emil mengatakan ketidakdisiplinan pedagang dan pembeli dalam jaga jarak, pakai masker, serta adanya kerumunan, memicu munculnya kasus positif di pasar tradisional. 

"Kami meyakini banyak pembeli dan penjual tidak disiplin pakai masker, sehingga pembeli bisa tertular oleh penjual, penjual bisa tertular oleh pembeli," katanya. 

Adapun sejumlah 627 Mobile Covid-19 Test dan Laboratorium Mobile Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) disiapkan gugus tugas provinsi untuk mengambil sampel di pasar tradisional. Tes masif terdiri dari rapid test maupun tes swab.

(hyg/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK