"Kami tadi rapatkan juga dengan Pak Kapolda dan Pak Pangdam. Melihat polanya, setelah diteliti itu bukan karena penolakan tapi ada kekhawatiran (dalam diri pedagang) yang belum tersosialisasikan dengan baik," kata Emil di Bandung, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI untuk mengawal pengetesan ini, sehingga tidak ada penolakan di masyarakat karena kurang sosialisasi," ucapnya.
Secara keseluruhan, Pemprov Jabar menargetkan pedagang di 700 pasar yang tersebar untuk melakukan pengetesan Covid-19. Hal itu bertujuan agar pasar aman dari penyebaran virus.
Emil mengatakan ketidakdisiplinan pedagang dan pembeli dalam jaga jarak, pakai masker, serta adanya kerumunan, memicu munculnya kasus positif di pasar tradisional.
"Kami meyakini banyak pembeli dan penjual tidak disiplin pakai masker, sehingga pembeli bisa tertular oleh penjual, penjual bisa tertular oleh pembeli," katanya.
Adapun sejumlah 627 Mobile Covid-19 Test dan Laboratorium Mobile Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) disiapkan gugus tugas provinsi untuk mengambil sampel di pasar tradisional. Tes masif terdiri dari rapid test maupun tes swab.