Dinkes Jakarta: Sembuh Corona per Minggu Naik 251 Orang

CNN Indonesia | Senin, 15/06/2020 05:05 WIB
Tim medis Puskesmas Kramat Jati mengambil sampel lendir saat tes swab pada ibu hamil di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dahlia, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono TIm Medis dengan Busana APD dari Puskesmas Kramat Jati melakukan pengambilan sampel tes risiko Covid-19 kepada warga, Jakarta, 12 Juni 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan penambahan pasien sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19) di Ibu Kota mencapai 251 orang pada Minggu (14/6) dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, sementara kasus positif meningkat 115 kasus dan korban meninggal naik tujuh orang.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan secara kumulatif untuk kasus positif per minggu ada 8.863 orang, sementara pasien sembuh hampir setengahnya yakni 4.091 orang, dan meninggal 571 orang.


Sementara itu, 1.368 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 1.418 orang) dan 2.833 orang melakukan isolasi mandiri di rumah (sebelumnya 2.926 orang).

"Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 20.101 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.656 orang," kata Ani, Minggu (14/6) seperti dilansir u

Ani juga menyatakan sampai dengan 13 Juni 2020 sudah ada 202.619 sampel (meningkat dari sebelumnya 197.338 sampel) telah diperiksa dengan tes PCR untuk mengetahui jejak Covid-19 di lima wilayah DKI Jakarta.

Untuk tes PCR pada 13 Juni 2020, dilakukan pada 4.426 orang, sebanyak 3.308 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 115 positif dan 3.193 negatif.

"Total tes PCR pada kasus baru adalah 9.241 tes per 1 juta penduduk per minggu. Hal ini sudah melebihi target WHO, yakni 1.000 tes per satu juta penduduk per minggu," kata Ani.

Kemudian, hingga saat ini,  telah ada 179.213 orang menjalani tes cepat, persentase positif Covid-19 sebesar empat persen, dengan rincian 6.623 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 172.590 orang nonreaktif.

Tim medis Puskesmas Kramat Jati mengambil sampel lendir saat tes swab pada ibu hamil di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dahlia, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. CNN Indonesia/Adhi WicaksonoTim medis Puskesmas Kramat Jati mengambil sampel lendir saat tes swab pada ibu hamil di RPTRA Dahlia, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta,12 Juni 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

423 Warga Sumbar Sembuh Covid-19

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) menginformasikan warga provinsi itu yang sembuh dari corona bertambah 12 orang. Dengan demikian, sudah 423 orang yang sembuh di daerah tersebut hingga Minggu (14/6).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan bahwa 12 orang yang sembuh itu merupakan pasien RSUD Rasidin Padang (2 orang), pasien karantina Balai Pelatihan Kesehatan Sumbar (1 orang), pasien karantina Balai Diklat Keagamaan Padang (3 orang), pasien Semen Padang Hospital (3 orang), pasien Dinas Kesehatan Kota Padang (1 orang), pasien RSUP M. Djamil (1 orang), dan pasien RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi (1 orang).

"Dengan bertambahnya 12 pasien sembuh, sudah 62,11 persen pasien positif Covid-19 di Sumbar sembuh," ujarnya.

Mengenai kasus positif, Jasman mengatakan bahwa ada tujuh kasus positif baru. Tujuh kasus itu diketahui berdasarkan tes PCR 1.625 spesimen yang dilakukan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dan Balai Veteriner Bukittinggi.

Dengan bertambahnya tujuh kasus, kata Jasman, kasus positif Covid-19 di Sumbar berjumlah 681 kasus. 

Kasus-kasus tersebut tersebar di Padang (485 kasus), Padang Panjang (25 kasus), Dharmasraya (22 kasus), Payakumbuh (20 kasus), Pesisir Selatan (18 kasus), Agam (19 kasus), Bukittinggi (15 kasus), Tanah Datar (11 kasus), Padang Pariaman (14 kasus), Limapuluh Kota (12 kasus), Sijunjung (9 kasus), Kabupaten Solok (8 kasus), Mentawai (8 kasus), Solok Selatan (7 kasus), Sawahlunto (2 kasus), Pasaman Barat (2 kasus), Pasaman (2 kasus), Kota Solok (1 kasus), dan Pariaman (1 kasus). 


Satu Keluarga Positif Covid-19 di Aceh

Sementara itu, di Aceh terjadi tambahan lima kasus positif baru per Minggu. Itu adalah penambahan harian kasus terbanyak di provinsi Serambi Mekkah itu sejauh ini.

Lima pasien tersebut yakni empat orang berasal dari Kota Lhokseumawe dan satu dari Aceh Utara. Kelimanya berinisial JH (16), MA (7), RS (63), MH (14) dan YI (13). Kelimanya juga memiliki hubungan erat dengan pasien pasangan suami istri berinisial DL (41) dan MS (42) yang sebelumnya positif corona.

Juru Bicara Covid-19 Kota Lhokseumawe, Marzuki mengatakan  Lima orang itu merupakan satu keluarga dengan pasien sebelumnya.

"Lima orang yang dinyatakan positif Covid-19 hasil swab ini masih kedekatan erat dengan dua pasien Covid-19 sebelumnya, dan yang sampai saat ini masih dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cut Meutia (RSUCM) Buket Rata Lhokseumawe," kata Marzuki saat dikonfirmasi.

Marzuki mengatakan pasien tersebut akan dirawat bersama di RS Cut Meutia dengan dua pasien terdahulu.

Sebelumnya, pasien DL dan MS memiliki riwayat perjalanan dari Medan, Sumatera Utara. Setelah terkonfirmasi positif corona, 23 orang keluarga dekat yang bersentuhan langsung dengan kedua pasien tersebut dilakukan tes swab. Dari jumlah itu, lima di antaranya terkonfirmasi positif corona dan diminta untuk menjalani isolasi dan keluar rumah, sebelum dijemput petugas medis.

Hingga kini, secara kumulatif jumlah pasien positif corona di Aceh berjumlah 27 orang. Dengan rincian, 19 sembuh, 7 di rawat di rumah sakit rujukan dan satu meninggal dunia pada Maret 2020 lalu.

(Antara, adb, dra/kid)

[Gambas:Video CNN]