Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto membenarkan kabar kematian DS. Ia mengatakan DS meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.
"Betul [ASN meninggal] positif COVID-19," kata Jonathan, saat dikonfirmasi, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penularan enggak tahu dari siapa, info yang datang ke kami terlambat," kata dia.
"Konsepnya, separuh masuk, separuh tidak masuk," ujarnya.
Meski begitu, pihaknya pun tengah melakukan tracing dan menggelar rapid test terhadap 82 pegawai di Bakesbangpol Jatim. Dan hasilnya 8 orang dinyatakan reaktif.
Kini para pegawai yang reaktif itu pun menjalani isolasi di BPSDM. Sembari menunggu giliran untuk tes swab polymerase chain reaction (PCR)
"Kita isolasi di BPSDM Provinsi, hari ini mereka swab, kita lihat hasilnya," kata dia.
Jika hasil swab delapan orang tersebut menunjukkan hasil positif, maka kantor Bakesbangpol Jatim pun ditutup sementara waktu, selama dua pekan.
"Kalau ada swab-nya [positif], saya lockdown," ujarnya.
Kini, Jonathan mengatakan pihaknya tengah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan. Beberapa pegawai juga diminta libur, meskipun hasil rapid testnya nonreaktif.
"Banyak yang sudah enggak masuk, karena takut. Beberapa yang rapid-nya negatif tapi kontak erat dengan [DS] saya minta istirahat di rumah," ucapnya.