Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah tidak boleh memaksa siswa masuk jika orang tuanya tidak berkenan anak belajar tatap muka.
"Guru akan membagi, mengidentifikasi mana [siswa] yang belajar di rumah dan di sekolah," tutur Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang melalui konferensi video, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Chatarina menjanjikan pihaknya bakal terus mengevaluasi jalannya pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Pengawasan terhadap sekolah yang dibuka, katanya, juga bakal ditingkatkan.
Sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim mengizinkan sekolah di zona hijau dibuka di tengah pandemi. Namun ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, seperti dapat izin pemda dan komite sekolah, serta memenuhi protokol kesehatan.
Hal ini dinilai tidak efektif bagi beberapa pihak. Federasi Serikat Guru Indonesia menilai ini bakal memunculkan kendala bagi sekolah dengan jumlah guru yang terbatas.
"Pertanyaannya jumlah guru terbatas. Kemudian berarti di satu sekolah ada tiga metode pembelajaran. Tatap muka, itupun bagi shift. Tapi di sisi lain guru juga harus [mengajar] daring atau datang ke rumah," tuturnya melalui konferensi video. (ain/fey/ain)