Anies Mengutip Syarat WHO: Kondisi DKI Masih Aman

CNN Indonesia | Senin, 22/06/2020 18:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut tingkat penularan virus corona di Jakarta masih cenderung aman (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kondisi di wilayah yang dipimpinnya masih cenderung aman dari penularan virus corona (Covid-19). Dia merujuk pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Anies mengatakan tingkat positivity rate virus corona di Jakarta berada di angka 5 persen dalam 10 hari terakhir atau selama masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Hal itu, sambungnya, sudah sesuai dengan syarat WHO.

"WHO mensyaratkan apabila kita mengalami transisi, maka positivity rate harus di bawah 10 persen. Jakarta selama 10 hari terakhir rata-rata 5 persen. Jadi kondisi kita masih aman," kata dia ditemui usai Rapat Paripurna HUT DKI di Gedung DPRD, Senin (22/6).


Positivity rate sendiri adalah rasio jumlah kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19) berbanding dengan total pemeriksaan spesimen.

Meski demikian, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Sebab, kata dia, bukan tidak mungkin angka penambahan kasus positif akan naik kembali.

"Harus tetap waspada, wabah belum selesai. PSBB belum selesai, kedisiplinan masih harus dilakukan, kalau kita terus disiplin inshallah ini bisa makin terkendali. Tapi bila kita tidak disiplin bukan tidak mungkin angkanya makin melonjak," kata Anies.

PSBB transisi di Jakarta mulai diterapkan sejak 5 Juni 2020. Sejumlah kegiatan yang awalnya dibatasi kemudian diberi kelonggaran selama masa PSBB transisi, seperti kegiatan perkantoran, keagamaan hingga operasional transportasi.

Anies sebelumnya mengaku khawatir akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 usai pelaksanaan PSBB.

Namun, berdasarkan laporan yang ia terima dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, selama dua pekan pelaksanaan PSBB transisi di Jakarta, tidak ditemukan lonjakan kasus positif Covid-19.

Mengenai kasus penularan virus corona di pasar tradisional, Anies tidak bicara banyak. Dia hanya mengatakan bahwa hal itu cenderung kompleks.

"Tapi benar pasar itu salah satu yang paling kompleks pengendaliannya," kata Anies.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti sebelumnya mengatakan saat pemberlakuan PSBB transisi, Pemprov DKI sudah memeriksa 1.198 pedagang di 18 pasar lewat tes usap atau swab.

"Dan ternyata hasilnya positif 137 orang. Di pasar-pasar tersebut itu sudah dilakukan intervensi, [pedagang positif] dievakuasi untuk dilokalisir, diisolasi ke Wisma Atlet," kata Widyastuti saat rapat dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta, Kamis (18/6).

(yoa/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK