Angka Tertinggi Corona Jatim dan Target Dua Pekan Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 10:22 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) meninjau layanan kependudukan di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020). Kunjungan kerja kepresidenan di masa adaptasi kebiasaan baru itu untuk meninjau kesiapan pelayanan publik dan sektor pariwisata. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww. Presiden Jokowi melawat ke Jatim untuk melihat penanganan kasus Corona. (Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo memasang target dua pekan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan angka kasus positif Virus Corona (Covid-19) yang masih merangkak naik setiap harinya.

Ia meminta tingkat penularan Virus Corona yang tercermin dalam indikator reproduksi dasar (R0) dan reproduksi efektif (Rt) menurun secara signifikan dua pekan ke depan. Kondisi dinilai membaik jika tingkat penularan berada pada angka di bawah 1,0.

"Saya ingin lihat dua minggu setelah ini ada progress yang baik atau tidak," kata Jokowi di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Kamis (25/6).


Lawatan ke Jawa Timur itu jadi blusukan pertama Jokowi di masa pandemi Virus Corona. Dia beberapa kali menyorot Jawa Timur usai persebaran Covid-19 di provinsi itu semakin meningkat.

Dalam rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Kamis (4/6), Jokowi menyebut Jatim sebagai salah satu daerah yang harus diberi perhatian lebih. Ia memerintahkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, TNI, dan Polri fokus menekan laju penyebaran virus corona di Jatim, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beberapa pekan terakhir, Jatim sering kali mencatat pertambahan kasus Corona harian tertinggi. Hal itu tak terlepas dari jumlah penyebaran virus corona yang tinggi di Surabaya.

Pemerintah pusat hingga turun tangan membantu penanganan. Tes massal digelar di provinsi itu. Berbagai bantuan juga disalurkan guna mempercepat penuntasan kasus corona di sana.

Namun kasus corona di provinsi paling timur Pulau Jawa itu terus merangkak naik. Pada Jumat (26/6), jumlah kasus positif di Jatim melampaui episentrum corona Indonesia, DKI Jakarta.

Hari itu Jatim mencatat 356 kasus baru, sedangkan DKI mencatat 205 kasus baru. Jumlah itu membuat kasus positif di Jatim menjadi 10.901 orang, melewati catatan Jakarta sebanyak 10.796 orang.

Hingga kemarin, Minggu (28/6), Jatim masih jadi daerah dengan kasus positif Corona terbanyak di Indonesia, yakni 11.508 kasus dari total 50.010 kasus positif Corona di Indonesia ada di Jawa Timur.

Merespons angka kasus yang terus melonjak dan target dari Jokowi, Pemprov Jatim menggelar rapat koordinasi pada Sabtu (26/6). Rapat itu dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menkopolhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Khofifah menyebut  rapat itu telah menghasilkan beberapa rencana untuk menurunkan angka corona di Jatim. Namun, ia belum mau membeberkan rencana berlapis yang telah dirumuskan.

"Kita sedang breakdown final action dari enam arahan Pak Presiden, kita sedang matangkan dengan Pak Pangdam dan Pak Kapolda," kata Khofifah, di Hotel JW Marriott, Surabaya, Jumat (26/6).

Hingga kemarin, jumlah kasus positif corona di Jatim sebanyak 11.508 orang. 3.720 di antaranya sembuh dan 831 orang meninggal dunia. Jumlah ini adalah angka tertinggi di tingkat provinsi dan melampaui DKI Jakarta. 

(dhf/arh)

[Gambas:Video CNN]