Anggota DPRD Maluku: Jenazah Covid Dimakamkan Bak Ayam Mati

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 20:54 WIB
Anggota DPRD Maluku, Wahid Laitupa. Anggota DPRD Maluku, Wahid Laitupa memprotes pemakaman jenazah Covid-19 dengan protokol kesehatan. (ANTARA/Daniel Leonard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPRD Provinsi Maluku Wahid Laitupa menyatakan kekesalannya dengan tata cara pemakaman jenazah menggunakan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang terkesan seperti memakamkan hewan. Kekesalan Laitupa disampaikan di akhir rapat paripurna DPRD Maluku, Senin (29/6).

Menurut dia, sejauh apapun jarak orang-orang yang menghadiri proses pemakaman dengan jenazah, ritual keagamaan harus dijalankan karena itu sangat penting. Apalagi, sila pertama Pancasila mengatur tentang Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Jenazah Covid-19 dimakamkan seperti ayam yang mati, lalu fungsi agama di mana," ujar Laitupa dengan nada kesal, seperti dilansir dari Antara.


Kekesalan Laitupa ini buntut dari insiden pengambilan paksa jenazah Covid-19 Hasan Keiya dari ambulans di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Jumat (26/6).

Mendiang Hasan Keiya merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah. Laitupa mengaku mendapat banyak masukan usai insiden pengambilan paksa jenazah Hasan. 

"Saya selaku orang yang beragama menentang Undang-Undang Covid-19, karena orang itu mau agama apa pun tetapi ketika mau meninggal dunia maka minimal keyakinan yang selama ini dimiliki harus diberikan ruang," ujar Laitupa.

Ia pun meminta DPRD Maluku mengambil sikap atas insiden yang dialami dalam proses pemakaman Hasan Keiya. Menurutnya, DPRD harus memfasilitasi untuk mempertemukan berbagai pihak untuk membahas masalah ini.

"Berkaitan dengan persoalan pencekalan jenazah HK, saya minta kepada DPRD untuk memfasilitasi bagaimana kita mengundang pihak terkait seperti Gustu, Kapolresta Pulau Ambon, dengan para pelaku yang saat ini ditahan," ujar Laitupa.

Insiden pengambilan paksa jenazah Covid-19 Hasan Keiya terjadi ketika ambulans yang membawa jenazah itu melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Jumat (26/6).

Warga menghentikan ambulans tersebut, lalu mengambil mayat Hasan dan membuang peti jenazahnya. Tindakan itu sebagai bentuk protes kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy yang memvonis Hasan sebagai pasien terjangkit virus corona.

Keluarga korban juga memprotes pasien dimakamkan di taman pemakaman khusus corona di Desa Hunut, Teluk Ambon Maluku. Pihak keluarga menyatakan korban bukan pasien corona yang mesti dimakamkan dengan protokol kesehatan.

(Antara/wis)

[Gambas:Video CNN]