Sempat Reaktif, Ketua Tracing Jatim Negatif Corona Usai Swab

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 08:38 WIB
ilustrasi virus corona Ilustrasi corona. (iStockphoto/BlackJack3D)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso dinyatakan negatif corona versi tes swab polymerase chain reaction (PCR). Hasil swab tersebut menggugurkan status reaktif Kohar sebelumnya melalui rapid test.

Meski demikian, Sekretaris Gugus Tugas, Heru Tjahjono mengatakan kini ada 44 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim dinyatakan positif Covid-19.

Terkait dengan kondisi Kohar, Heru memastikan bahwa saat ini Kohar tengah dalam kondisi sehat. 


"Pak Kohar sehat. Untuk swab yang pertama memang arahnya hampir demikian. Namun, ketika dipastikan melalui swab kedua, hasilnya negatif," kata Heru, Senin (29/6).

Seperti diketahui, hal itu bermula saat rapid test Kohar menunjukkan hasil reaktif. Ia lalu menjalani swab tes PCR. Namun uji spesimen Kohar tak menunjukkan hasil yang valid, karena belum melewati borderline angka positif Covid-19.

Kohar yang juga Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar, Malang, tersebut kembali menjalani swab tes PCR untuk yang kedua kalinya. Dan hasilnya, Kohar kini dinyatakan negatif.

Heru menyebut pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap 396 ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang reaktif berdasarkan rapid test. Dan 44 di antaranya positif terkonfirmasi Covid-19.

Insert Status Pasien Risiko Virus CoronaInsert Status Pasien Risiko Virus Corona

Angka ini meningkat dibandingkan data pada Jumat (26/6) lalu saat sebanyak 29 ASN Pemprov Jatim dinyatakan positif corona. Heru menyebut pertambahan ini disinyalir disebabkan karena adanya pegawai yang terinfeksi namun tak mengalami gejala klinis atau orang tanpa gejala (OTG).

"Penambahan ini kemungkinan disebabkan karena kontak antar pegawai. Sebab, rata-rata OTG," katanya.

Heru tak menjelaskan lebih rinci asal OPD para ASN positif tersebut. Meski demikian, masing-masing bidang yang pegawainya dinyatakan positif, bidang itu akan ditutup selama 14 hari.

"Work from home dua pekan," ujarnya.

Dari total 70 ribu ASN Pemprov Jatim, kata Heru, baru sebanyak 15 persen di antaranya yang telah menjalani rapid test. Ia pun bertekad akan melanjutkan ralid test tersebut.

"Baru mencapai 15 persen yang telah mengikuti rapid test. Kami terus lanjutkan rapid test untuk ASN lainnya," katanya.

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]