DPR Dorong Menkes Terawan Buka Suara Jawab Kemarahan Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 16:36 WIB
Wasekjen PAN Saleh Daulay saat ditemui wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (5/7). (Martahan Sohuturon/CNN Indonesia) Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto buka-bukaan ke publik soal kritik keras Presiden Joko Widodo soal serapan rendah anggaran penanganan pandemi virus corona (Covid-19) bidang kesehatan.

Saleh menyebut Terawan telah melakukan klarifikasi soal polemik anggaran yang disoroti Jokowi. Namun klarifikasi itu baru disampaikan dalam rapat tertutup bersama Komisi IX DPR RI.

In this Feb. 15, 2020, photo, Indonesian Health Minister Terawan Agus Putranto, center, talks to the media at Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta, Indonesia. While its neighbors scrambled early this year to try to contain the spread of the new coronavirus, the government of the world’s fourth most populous nation insisted that everything was fine. Only after the first cases were confirmed in March did President Joko Widodo acknowledge that his government was deliberately holding back information about the spread of the virus to prevent the public from panicking. The country now has the the highest death toll in Asia after China. (AP Photo/Achmad Ibrahim)Menkes Terawan Agus Putranto. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

"Menteri Kesehatan sudah sepantasnya memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sebab, anggaran penanganan Covid-19 yang ada jauh dari yang diusulkan oleh Kemenkes," kata Saleh lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/6).


Saleh mengatakan data yang disampaikan Jokowi kurang tepat. Anggaran yang ditangani Kemenkes tak sampai Rp75 triliun seperti yang dipaparkan Jokowi.

Kemenkes, kata Saleh, hanya diberi jatah mengelola anggaran Rp25, 7 triliun. Dari jatah itu pun, baru Rp345 miliar yang sudah dicairkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Selain itu, proses realisasinya juga sangat lambat. Lambatnya realisasi ini dikhawatirkan akan berdampak langsung bagi masyarakat. Sebab, penyebaran covid-19 sampai saat ini masih tinggi," tutur Saleh.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI itu berharap Terawan memperbaiki cara berkomunikasi. Dia meminta Terawan juga menjelaskan secara terang benderang ke Presiden Jokowi.

"Menkes perlu juga melaporkan hal ini kepada Presiden secara langsung. Dengan begitu, Presiden bisa mendapatkan informasi yang berimbang dari berbagai kementerian yang ada," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkap kemarahannya terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai kurang signifikan. Salah satunya, terkait serapan anggaran kesehatan yang terlampau rendah di tengah pandemi. Jokowi mempertanyakan anggaran Rp75 triliun yang baru terpakai 1,53 persen.

CNNIndonesia.com coba meminta penjelasan hal tersebut langsung ke Menkes Terawan. Namun Terawan menolak angkat suara saat ditemui usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6).

"Eh, saya mau itu dulu," kata Terawan menyambut sapaan CNNIndonesia.com, Senin (29/6) petang. Terawan pun hanya melontar senyum dan lambaian tangan seraya meninggalkan Kompleks Parlemen dengan mobil dinasnya.

(dhf/ain)

[Gambas:Video CNN]