Puan Soroti Anggaran Kesehatan di Masa Corona

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 14:05 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. Jakarta.  Senin 21 Oktober 2019. CNN Indonesia/Andry Novelino Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pemerintah harus memanfaatkan anggaran kesehatan secara efektif di tengah pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPR Puan Maharani mewanti-wanti pemerintah terkait penggunaan anggaran kesehatan dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung.

Puan mengatakan anggaran harus bisa dimanfaatkan secara efektif. Dia mengingatkan pemerintah harus memprioritaskan penyediaan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Alokasi anggaran kesehatan yang tepat sasaran dan tepat manfaat. Implementasi pelayanan kesehatan yang dapat diakses seluruh rakyat Indonesia membutuhkan komitmen yang kuat, khususnya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Puan dalam Webinar 4 Peringatan Bulan Bung Karno, Selasa (30/6).


Puan menyampaikan anggaran kesehatan senilai lima persen dari total APBN merupakan amanat konstitusi. Pemerintah diminta memanfaatkan anggaran itu untuk penyediaan fasilitas kesehatan, penyiapan tenaga kesehatan, dan persediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga diminta mulai memperhatikan riset untuk membangun industri kesehatan yang kuat. Puan menyarankan pemerintah menggandeng swasta untuk mempersiapkan industri kesehatan.

"Semuanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, namun harus bersinergi dan terkoordinasi untuk membuat program percepatan pengembangan industri di bidang kesehatan dalam memenuhi kebutuhan nasional," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Puan juga berpesan terkait rencana penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Politikus PDIP itu meminta pemerintah mempersiapkan dengan matang rencana new normal.

"Jangan sampai mengartikan new normal atau adaptasi kehidupan baru itu sepertinya kita sudah betul-betul normal seperti sebelum kita menghadapi pandemi Covid-19," ucapnya.

Presiden Jokowi memberikan keterangan bersama Gubernur Jatim Khofifah, Kamis (25/6)Presiden Jokowi memberikan keterangan bersama Gubernur Jatim Khofifah, Kamis (25/6). (Foto: Muchlis - Biro Setpres)

Sebelumnya, anggaran bidang kesehatan dalam penanganam Covid-19 juga dipermasalahkan oleh Presiden Joko Widodo. Dia menyoroti serapan rendah di bidang kesehatan.

Mantan Wali Kota Solo itu mempertanyakan pengelolaan anggaran kesehatan Rp75 triliun yang baru diserap 1,53 persen.

"Misalnya saya berikan contoh, bidang kesehatan, itu dianggarkan Rp75 triliun. Rp75 triliun itu baru keluar 1,53 persen coba, uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua," ujar Jokowi melalui tayangan video yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

(dhf/pmg)

[Gambas:Video CNN]